Lensa Mata LANGGUR || Disela-sela pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Maluku Tenggara Provinsi Maluku, sebanyak sepuluh orang Mahasiswa dan Mahasiswi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta menyisihkan waktu mengantarkan sumbangan bersama masyarakat Desa (Ohoi) Disuk kepada Panitia Peresmian dan Penthabisan Gereja Katedral Langgur Rabu, (28/6/2023).
Mereka (Mahasiswa red) adalah Laily, Renza, Safira, Farin, Kharisa, Dzaky, Reza, Yanu, Iqbal dan Akbar. Kedatangan mereka bersama ratusan masyarakat Ohoi Disuk disambut hangat oleh Panitia bersama Kepala Desa/Orang Kai dan masyarakat bertempat di Balai Desa Langgur, Kecamatan Kei Kecil.
Kepala Ohoi Disuk Vinsensius Jaftoran mengatakan ke-10 Mahasiswa UGM Yogyakarta yang melaksanakan KKN di Ohoinya itu baru saja tiba tiga hari yang lalu di Kabupaten Maluku Tenggara dan sedang beradaptasi dengan masyarakat.
“Jadi, Mahasiswa UGM ini mereka tersebar di beberapa Desa tetangga tidak hanya di Ohoi Disuk tetapi juga di Ohoi Isso dan Ohoi Wain Baru dimana masing-masing Ohoi itu berjumlah 10 Mahasiswa sehingga seluruhnya berjumlah 30 Mahasiswa.” Kata Vinsensius Jaftoran.
Puluhan Mahasiswa tersebut hampir setiap tahunnya melaksanakan KKN di Kabupaten Maluku Tenggara, tepatnya di Kecamatan Kei Kecil Timur. Walaupun tidak memiliki kontrak kerjasama dengan Pemerintah Daerah, KKN
Disamping melaksanakan KKN, lanjut Jaftoran Mahasiswa juga diajak untuk lebih mengenal tradisi mengantarkan “Yelim” (sumbangan) sebagai bentuk hidup toleransi yang hakiki di Bumi Larvul Ngabal.
Mahasiswa dan Mahasiswi UGM ini terdiri dari 4 Kluster yaitu Sosial-Humaniora, Sains dan Teknologi, Medika serta Agro yang lebih tepatnya memiliki 23 jurusan yang berbeda-beda mulai dari Keperawatan hingga Pariwisata.
KKN yang dilaksanakan para Mahasiswa di Desa akan berlangsung selama 50 hari kerja. Setelah jangka waktu yang ditentukan telah berakhir maka seluruh mahasiswa akan dipulangkan kembali ke tempat kuliahnya masing-masing.(LM/Daniel Mituduan)