Scroll untuk baca artikel
News

Ditemukan Maraknya Warung Yang Jual Obat Terlarang di Sepanjang Pekalongan-Brebes Beroperasi Secara Terang-terangan, Diduga Aparat Penegak Hukum Setempat Terkesan Tutup Mata

1180
×

Ditemukan Maraknya Warung Yang Jual Obat Terlarang di Sepanjang Pekalongan-Brebes Beroperasi Secara Terang-terangan, Diduga Aparat Penegak Hukum Setempat Terkesan Tutup Mata

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Pantura Pekalongan-Brebes – Keberadaan warung aceh yang di duga menjual obat obatan terlarang saat ini marak di sepanjang jalur Pantura Kabupaten Pekalongan hingga Kabupaten Brebes, dengan semakin maraknya warung aceh di sepanjang jalur Pantura Pekalongan-Brebes membuat masyarakat merasa resah.

Pasalnya dengan banyaknya warung aceh yang tersebar di sepanjang Jalur Pantura Pekalongan-Brebes tidak sedikit menimbulkan kenakalan remaja baik tawuran maupun asusila, jelas ini merusak moral anak anak dan remaja

Warung Aceh adalah istilah untuk warung penjual obat-obat keras dan obat terlarang. Warung tersebut marak di Kabupaten Brebes dengan modus sebagai penjual dagangan lain untuk menyamarkan transaksinya. Disebut warung Aceh karena pemiliknya adalah perantau asal Aceh yang sudah lama menetap di Jawa. Umumnya mereka bertempat tinggal berpindah pindah.

Baca Juga :  Meriahkan HUT Ke-17, DPD Gerindra Sumut Gelar Upacara Bendera, Wakil Walikota Medan Arahkan Kader Jaga Amanah dan Perjuangan Partai

Seperti yang di temukan oleh awak media pada hari Rabu (28/02/2024) pada saat awak media tengah melintas di Jalur Pantura Pekalongan-Brebes, di temukan adanya warung-warung yang di duga berjualan obat-obatan terlarang atau yang biasa di sebut warung ‘Aceh’, Sebab, keberadaan warung tersebut selalu ramai remaja yang diduga membeli obat terlarang pada siang hari hingga larut malam. Obat terlarang yang umumnya di jual di warung tersebut seperti Tramadol-Exstimer-Yarindo-Trihex yang di perjual belikan secara bebas tanpa resep dokter.

Baca Juga :  Walikota Medan & Menko PMK Tinjau Belawan Bahari

Obat-obatan yang diduga dijual di warung-warung tersebut hanya boleh dijual sesuai dengan resep dokter dan tidak diperjualbelikan secara bebas. Penjualan obat terlarang tersebut melanggar Undang-Undang Kesehatan tentang Kefarmasian karena tidak diperbolehkan untuk disalahgunakan.

Menurut penuturan warga, anehnya ada salah seorang warga yang dalam kesehariannya di panggil Pak Haji justru malah memberi Izin untuk mendirikan Warung ‘Aceh’ tersebut di Lahan miliknya yang berada di jalan Sengkuni Raya, Pekalongan Timur.

Baca Juga :  Pemkab PESIBAR Gelar Pertemuan Tokoh Adat Se-PESIBAR

Atas dasar keresahan masyarakat lantaran maraknya warung yang menjual obat terlarang dengan berbagai modus tersebut. Kami selaku awak media berharap kepada aparat penegak hukum setempat, baik dari Polsek, Polres, Polda Jateng bahkan Pihak BNN sekalipun menindak tegas adanya kegiatan Jual-beli Obat keras yang Beredar secara terang-terangan. Jangan sampai kegiatan tersebut di biarkan dan terkesan tutup mata, karena jelas akan merusak moral generasi penerus bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Lima tahun pascamerger PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, transformasi pengelolaan terminal peti kemas terus diarahkan pada standardisasi layanan, peningkatan efisiensi, serta penguatan kapasitas dan kualitas pelayanan. Transformasi tersebut telah…

News

Lensa Mata Medan : Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang merupakan program Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya…