Scroll untuk baca artikel
News

Arie Triyono: Pelopor Agribisnis yang Mengubah Lanskap Peternakan Indonesia

1941
×

Arie Triyono: Pelopor Agribisnis yang Mengubah Lanskap Peternakan Indonesia

Sebarkan artikel ini
Arie Triyono (Kiri) Bersama Buya Yahya (Kanan) di Peternakan Sapi

Lensa Mata Jakarta – Arie Triyono, pengusaha agribisnis nasional, bertekad mengubah cara pandang tentang peternakan di Indonesia. Ia yakin peternakan yang maju akan menciptakan dampak signifikan pada stabilisasi harga bahan pokok dan penciptaan lapangan kerja.

Di dunia agribisnis Indonesia, nama Arie Triyono telah menjadi sinonim dengan inovasi dan kemajuan. Ia telah merintis tiga lokasi usaha peternakan besar di Desa Mekarsari Ndaru, Tangerang; Mandalika, NTB; dan Kertajati, Jawa Barat.

Baca Juga :  Hingga Oktober 2023, Kejati Sumut Tuntut Mati 83 Terdakwa Narkotika

“Cita-cita saya membangun ekosistem agribisnis berkelanjutan yang bisa memberdayakan masyarakat lokal dan berkontribusi pada ekonomi nasional,” ucap Arie, Jum’at (29/12/2023).

Di Mekarsari Ndaru, Arie mengelola peternakan yang memelihara 3.500 ekor sapi. Sementara di Mandalika, ia mengembangkan peternakan dengan populasi 5.000 ekor sapi, yang dilengkapi dengan Rumah Potong Hewan (RPH).

Terakhir, Arie sedang merintis peternakan di atas lahan seluas 117 hektar di Kertajati, Jawa Barat. Peternakan dengan populasi 50.000 ekor kambing dan domba yang akan diintegrasikan dengan taman edukasi (education park) agribisnis.

Baca Juga :  Wattubun: Besok DPRD Berikan Dateline Terakhir Penyampaian KUA PPAS ke Pemda

Jaringan Pabrik Pakan Ternak

Menyokong visi besar yang telah dijalankannya itu, Arie bercita-cita membangun jaringan pabrik pakan ternak sapi dan kambing/domba di setiap kabupaten sentra ternak di Indonesia. Hal ini merupakan respons atas kendala yang dihadapi para peternak akibat mahalnya harga pakan ternak konsentrat.

“Selama ini yang menjadi kendala para peternak sapi, kambing, dan domba adalah dari pakan ternak konsentrat yang mahal, harganya kerap tidak masuk akal,” jelas Arie.

Baca Juga :  Rakornas Aptikom Diharap Lahirkan Ide & Inisiasi untuk Kebaikan Bangsa

Arie pun memaparkan terobosan dalam produksi pakan ternak untuk menjawab persoalan mahalnya harga pakan ternak tersebut.

“Saat ini kami melakukan olah racikan pakan sendiri. Hasilnya ADG (Average Daily Gain) atau pertambahan bobot harian sapi bisa mencapai 1.8 kg/hari dengan rendemen atau proporsi berat daging yang bisa dipanen dari seekor hewan ternak mencapai 58%,” papar Arie.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *