Menurut Arie, pencapaian ini akan membantu terwujudnya biaya pakan ternak yang terjangkau dan pencapaian ADG secara nasional dapat mencapai 1.5 kg/hari dan rendemen daging 54%.
“Kuncinya adalah di produksi pakan ternak,” pungkas Arie.
Untuk merealisasikan cita-citanya ini, Arie telah menyiapkan skema Kelompok Tani Ternak Tanggung Renteng. Dengan sistem ini Arie yakin dapat mewujudkan swasembada daging nasional dalam waktu 3 tahun.
Inisiatif ini, masih menurut Arie, selaras dengan program yang digulirkan pemerintah melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang nilainya mencapai Rp. 460 Triliun. Dimana 25% dari total dana itu diperuntukkan bagi Kredit Petani Ternak Nasional.
“Sistem yang telah saya siapkan dengan pola Kelompok Tani Ternak Tanggung Renteng maka 1000% kredit dari KUR aman dan harapannya petani semakin makmur. Perusahaan kami, yaitu PT Lembu Setia Abadi Jaya (LSAJ) posisinya sebagai offtaker-nya,” lanjut Arie.
Kertajati Family Farm & Education Park

Mengenai usahanya di Kertajati, Arie berkata, “Kami berkomitmen tidak hanya dalam menghasilkan, tapi juga dalam mengedukasi. Kami ingin peternakan kami menjadi tempat di mana pertanian bertemu dengan inovasi dan pendidikan.”
Seperti diketahui, saat ini Arie sedang membangun Kertajati Family Farm & Education Park.
“Pusat Studi Pengembangan, Penelitian, dan Kajian Peternakan yang terintegrasi dengan Education Park,” ujar Arie.
Di atas areal lahan 117 hektar yang telah disiapkan, kini dibangun kandang kambing serta domba berkapasitas sebanyak 50.000 ekor. Selain itu, masih melalui PT Lembu Setia Abadi Jaya, Arie juga membangun Pusat Pelatihan Peternakan Nasional & Sertifikasi di Desa Mekarsari Ndaru, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang.



