Scroll untuk baca artikel

News

Bupati Sampang Dinilai Arogan di Penghujung Masa Jabatan

1436
×

Bupati Sampang Dinilai Arogan di Penghujung Masa Jabatan

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Sampang – H. Slamet Junaidi, Bupati Sampang menjelang masa purna tugas kepemimpinannya di nilai arogan oleh aktivis Kabupaten Sampang, Kamis (07/12/2023)

Anam Sakti aktivis Laskar Anti Korupsi Indonesia menilai kepemimpinan Bupati di masa akhir jabatannya sangat arogan. Karena banyak Pejabat yang dilempar sana dan juga sini.

“Bang Dodi Bupati Sampang itu kok gaya kepemimpinannya semakin hari semakin arogan ya. Kalau bawahannya tidak patuh langsung lempar sana dan juga lempar sini,” kata Anam.

Anam mencatat beberapa arogansi kepemimpinan H Slamet Junaidi.

“Dulu pertama awal-awal Bupati Sampang menjabat. Ia langsung mencopot jabatan Camat Banyuates, Jauhari Candra. Hanya gara-gara tiang bendera, terus eselon jabatannya juga diturunkan,” tutur Anam.

Baca Juga :  Bhabinkamtibmas Pimpin Upacara di SDN 20 Krui

Anam menyebutkan bahwa gaya keangkuhan Bupati Sampang terus berlanjut ketika menjelang masa akhir jabatannya. Mengganti Pj Kades Tamberu Barat, Muhammad Haris.

“Gaya keangkuhan berlanjut, seperti mengganti Pj Kades Tamberu Barat. Hanya gara-gara tidak mau menandatangi berkas rencana tukar guling SDN 1 Tamberu Barat, eselon jabatannya juga diturunkan. Otomatis gajinya juga berkurang,” terang Anam.

Selain itu Bupati Sampang juga memutasi H Suja’i sebelumnya staff Trantib Kecamatan Robatal. Kini dimutasi ke Kecamatan Sreseh.

“H Suja’i staff Trantib Kecamatan Robatal. Kini dimutasi ke Kecamatan Sreseh. Kasian sekali, rumahnya di Tobai Barat. Itu permasalahan hanya politik, padahal dulu keluarga H Suja’i mendukung pasangan Jihad. Kalau Pak Suja’i-nya netral karena ASN,” jelas Anam.

Baca Juga :  PJ Bupati Lahat Bersama Forkopimda Pimpin Upacara Kemerdekaan HUT RI ke-79

Masih belum berhenti di situ arogansi kepemimpinan Bupati Sampang terus ditampakkan. Dengan memutasi Pejabat Satpol PP Sampang ke Banyuates.

“Pak Junaidi sebelumnya memiliki jabatan strategis di Satpol PP Sampang. Ternyata dimutasi ke Banyuates sebagai staff pengolah data. Itu gara-gara terindikasi tidak memilih jagoannya dalam pemilihan ketua PSSI Sampang, kok tega sekali ya,” ucap Anam.

Terakhir Anam memberi saran kepada Bupati Sampang. Agar sifat arogansinya dikurangi, serta jangan ikuti semua petunjuk konsultan politiknya.

“Saya memberi saran kepada Bupati Sampang yang akrab disapa Bang Dodi itu agar kedepan sifat arogansinya dikurangi, jangan ikuti semua petunjuk konsultan politiknya itu. Karena ke depan masih memiliki kepentingan, kalau gitu aturan mainnya. Bisa-bisa kalah dalam pencalonan Pilkada 2024,” tukasnya.

Baca Juga :  Masyarakat Apresiasi Pembangunan dan Pelebaran Jalan DI Panjaitan

Menanggapi hal itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Sampang saat di konfirmasi oleh wartawan lensamata.id pada hari Sabtu (09/12/2023) via pesan singkat whatsappnya mengatakan bahwasannya Bupati Sampang tidak arogan.

“Pada prinsipnya dalam setiap terjadi mutasi bapak bupati tidak arogan karena semuanya didasarkan pada pertimbangan teknis dan kebutuhan organisasi agar OPD-OPD bisa lebih berkinerja lebih baik, untuk di permaklumkan bahwa yang paling tahu akan hal yang saya maksud diatas tentu kami unsur dari pemerintahan daerah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *