Scroll untuk baca artikel

News

Dihadiri Wali Kota se- Indonesia, Peringatan Hari Jadi Kota Medan ke -436 Berlangsung Istimewa

65
×

Dihadiri Wali Kota se- Indonesia, Peringatan Hari Jadi Kota Medan ke -436 Berlangsung Istimewa

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Medan – Suasana khidmat sekaligus meriah menyelimuti Lapangan Batalyon Parako 463 Pasgat saat upacara Hari Jadi Kota Medan ke – 436 digelar Rabu (1/7/26). Bertindak sebagai inspektur upacara, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan pidato penuh refleksi tentang perjalanan panjang Kota Medan yang telah bertransformasi dari sebuah titik pertemuan peradaban menjadi salah satu kota metropolitan terbesar di Indonesia.

Baca Juga :  Badan Gizi Nasional Sosialisasikan Mekanisme Program di Kantor DPD Gerindra Sumut

Perayaan Hari Jadi Kota Medan ke-436 tahun ini berlangsung istimewa. Tidak hanya diwarnai semangat perayaan ulang tahun kota Medan, momen tersebut juga menjadi ajang kebersamaan nasional dengan hadirnya para Wali Kota dari berbagai daerah yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia, seiring pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APEKSI ke-XVIII tahun 2026 di Kota Medan.

“Kemajuan yang kita nikmati hari ini adalah hasil ikhtiar banyak generasi. Para pendahulu telah meletakkan pondasi, dan tugas kitalah melanjutkan pembangunan agar Medan terus memberikan kesempatan dan kesejahteraan bagi semuanya,” ujar Rico Waas.

Baca Juga :  Awasi, Cegat dan Tindak Pelanggaran Pemilu, Hungan: "Siapapun dia, kita tidak pandang bulu"

Dalam amanatnya, Rico Waas turut mengulas tema Hari Jadi Kota Medan tahun ini, “Medan Tangguh, Maju untuk Semua.” Tema tersebut mencerminkan semangat kota yang adaptif, kuat, dan mampu menjawab berbagai tantangan zaman, sekaligus memastikan bahwa hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.

Baca Juga :  Pemkab Langkat Lantik 7 Orang PPPK, Berikut Instansinya

Menutup pidatonya, Rico menegaskan bahwa membangun kota metropolitan bukan pekerjaan yang selesai dalam waktu singkat. Dibutuhkan kesinambungan, kolaborasi, dan komitmen jangka panjang agar pembangunan hari ini dapat menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *