Scroll untuk baca artikel

News

Dua Titik Pekerjaan Dana Kelurahan Bram Itam Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi

1671
×

Dua Titik Pekerjaan Dana Kelurahan Bram Itam Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Tanjung Jabung Barat – Dua titik proyek pekerjaan dana Kelurahan Bram Itam diduga tak sesuai spesifkasi. Ini Sudah sering terjadi disetiap tahunnya, termaksud salah satunya yang ada di Kabupaten Tanjab Barat.

Satuya di Sei Sarin dan juga di RT 13 Kabupaten Tanjung Jabung Barat tanpa dilengkapi adanya papan informasi diduga tak sesuai spesifikasi dan berpotensi korupsi.

Melalui satuan kerja Kecamatan merealisasi anggaran yang bersumber dari APBD Tahun 2024 atau Dana kelurahan Kecamatan Bram itam.

Baca Juga :  Tips Memilih Tas yang Sesuai dengan Bentuk Tubuhmu

Dari pantauan LSM Petisi Tanjab Barat Saripudin AR mengatakan “di Sei Sarin dan juga RT 13 dilokasi jalan dalam dua titik masih banyak ditemukan paparan batu dan paving diduga tidak sesuai spesifikasi pekerjanya dan tidak adanya lantai kerja dasar,” ujarnya.

Lanjut Ketua LSM Petisi mengatakan “pemasangannya pun tidak terlebih dahulu tidak adanya tarik benang dan waterpass guna terlihat rata bekas galian tidak dibuang semuanya ke tempat lain melainkan dibuat urug kembali ke sela-sela kanan kiri dan ditengah pemasangan paving yang bisa mengurangi volume serta sebagian pemasangan kastin tidak semua dipasang melainkan diganti dengan campuran semen dan pasir,” tambah Ketua LSM Petisi.

Baca Juga :  Proyek Renovasi Gate 3 Belawan 'Mangkrak', JKIP Sumut : Kejati Sumut Harus Panggil & Periksa Dirut PT Pelindo 1 Regional Belawan

Sangat disayangkan pembangunan yang memakai dana dari pajak rakyat Tanjab Barat tidak semestinya para penyedia berlaku sesukanya guna maraup untung sebanyak-banyaknya diatas kewajaran yang berimbas dan dipastikan kwalitas dan kwantintas diragukan.

Salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan pekerjaan itu dikerjakan dengan tenaga borongan dipastikan hasilnya kurang maksimal.

Baca Juga :  Valentino Rossi: Maverick Vinales can fight for title with Yamaha

“Lihat saja papan informasi pekerjaan dihilangkan, para pekerja tidak memakai APD (Alat Pelindung Diri) atau obat-obatan juga ditiadakan ada pengawas pun gak pernah ada teguran ke pekerja dan pelaksana. Masyarakat harus tahu asal usul dan anggaran sumber darimana? siapa konsultan perencanaan dan pengawasnya bila tidak ada terkesan proyek Siluman tanpa legalitas, tidak terlihat konsultan pengawas sebagai pengendali akan kwalitas dan kwantitas indikasi,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Lensa Mata Gunungsitoli – Pemerintah Kota Gunungsitoli kembali menorehkan prestasi di bidang pengelolaan keuangan daerah. Untuk kedelapan kalinya secara berturut-turut, Kota Gunungsitoli meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan…