Scroll untuk baca artikel
News

Hampir Sepuluh Bulan Akses Jalan & Jembatan Rusak  Pasca Banjir Belum Diperbaiki, Warga Simpur Keluhkan Lambannya Pemulihan

23
×

Hampir Sepuluh Bulan Akses Jalan & Jembatan Rusak  Pasca Banjir Belum Diperbaiki, Warga Simpur Keluhkan Lambannya Pemulihan

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Bener Meriah – Masyarakat Desa Simpur, Kabupaten Bener Meriah, mengeluhkan kondisi akses jalan dan jembatan yang hingga kini belum mendapatkan perbaikan. Kondisi tersebut dinilai menghambat aktivitas masyarakat, mulai dari perekonomian, pendidikan hingga akses terhadap layanan kesehatan. Sabtu. (5/9/2026)

Warga menyebut sejumlah desa, termasuk Simpur, HPP dan Perumpakan Benjadi, masih menghadapi kondisi infrastruktur yang memprihatinkan pascabencana. Jembatan yang putus serta jalan yang rusak dan berlumpur membuat mobilitas masyarakat menjadi semakin sulit.

Baca Juga :  Spanduk Foto Caleg Terpasang di Alat Berat Proyek Pembangunan Jalan, Diduga Ajang Manfaat Untuk Kampanye

“Dengan pandangan sebelah mata dari pemerintah daerah, kami dari Desa Simpur, HPP, Perumpakan Benjadi Kecamatan Mesidah hingga saat ini belum tersentuh sama sekali yang namanya pemulihan. Jembatan putus, jalan rusak dan berlumpur, bahkan air bersih tak lagi kami nikmati,” keluh salah seorang warga.

Menurut warga, kondisi tersebut telah berlangsung hampir 10 bulan. Dampaknya semakin dirasakan masyarakat, terutama menjelang masa pascapanen kopi yang diperkirakan berlangsung pada Oktober mendatang.

Baca Juga :  Smooth-Talking Hacker Remote-Wipes Reporter's iPad, MacBook

“Segalanya jadi terhambat, mulai dari ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Sudah berjalan hampir 10 bulan. Sekarang kami juga mulai memasuki masa pascapanen kopi yang diperkirakan pada bulan 10,” ujarnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Anggota DPRK Bener Meriah, Sandari Miko, mengatakan pihaknya telah menampung aspirasi masyarakat dan akan berupaya mengawal persoalan tersebut agar mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

“Kita sudah menampung aspirasi masyarakat. Ini menjadi perhatian kita bersama dan akan kita upayakan untuk mengawal aspirasi ini agar apa yang menjadi keluhan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah,” kata Sandari Miko.

Baca Juga :  Dishub Tanjungbalai Aktifkan Lagi Bus Sekolah Peninggalan Walikota Sutrisno Yang Sempat Mangkrak 

Ia berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki infrastruktur dasar yang menjadi kebutuhan masyarakat, khususnya akses jalan, jembatan dan ketersediaan air bersih.

Perbaikan infrastruktur tersebut dinilai penting agar aktivitas masyarakat kembali berjalan normal dan roda perekonomian, pendidikan serta pelayanan kesehatan tidak terus terganggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Lensa Mata Aceh Besar – Ketua MPW Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Aceh, Dr Taqwaddin, menegaskan bahwa ICMI harus mampu menjadi kekuatan intelektual sekaligus tumpuan masyarakat dalam menggerakkan kemajuan Aceh…