Scroll untuk baca artikel
News

Henry Jhon Hutagalung Gelar Sosper Tentang Pengelolaan Sampah di Medan Tuntungan

54
×

Henry Jhon Hutagalung Gelar Sosper Tentang Pengelolaan Sampah di Medan Tuntungan

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Medan – Henry Jhon Hutagalung, anggota DPRD Kota Medan dari Partai PSI melaksanakan Sosper (Sosialisasi Perda) No.6 Tahun 2015 yang diperbaharui menjadi Perda No 7 Tahun 2024 tentang persampahan di Jalan Bunga Rampai VI, Gang Tapian Nauli, Simalingkar B, Medan Tuntungan, Sabtu (31/10/2026).

“Di negara lain, dari tempat pembuangan sampah terpadu, sampah itu sudah dipisahkan, mana yang bisa dijadikan diproses untuk jadi batako, mana yang untuk jadi pupuk. Dibawa ke tempat pembuangan sampah akhir, itu sudah ada baknya. Baiknya itu menggunakan teknologi listrik yang sangat tinggi dan dikelola menggunakan komputer oleh operator. Sampah plastik kemudian dicampur dengan pasir, diproses lalu keluar sudah menjadi batako. Selain jadi batako, sampah tersebut juga diolah bisa jadi pupuk,” ujar dia yang sangat konsern mengangkat harkat martabat masyarakat didapilnya melalui peningkatan perekonomian mereka.

Selain sampah plastik, lanjut dia, dapat dijadikan batako atau pupuk. Tinja manusia juga bisa dimanfaatkan menjadi bahan pembuatan batako. Di luar negeri, India dan Australia sudah memanfaatkan tinja sebagai bahan dasar pembuatan batako.
Kalau di Kota Medan, ada Tirtanadi yang memanfaatkan tinja sebagai bahan pembuatan batako dan pupuk.

Baca Juga :  Bupati Pakpak Bharat Tandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah

“Tinja–tinja itu dipisahkan diproses di sana, ada yang jadi pupuk ada yang jadi batako. Teknologinya ada di sana, hanya saja saya tidak tahu apakah masih berjalan atau tidak. Itu dulu kira–kira 7 tahun lalu,” jelas politisi PSI yang duduk di Komisi II DPRD Medan itu,

Baca Juga :  Dialog Dan  Penyerapan Aspirasi  Publik Bersama Fraksi PKB DPRD Kota Tanjungbalai

Jadi sampah itu juga bisa diberdayakan menjadi sumber ekonomi atau energi. Bisa juga dijadikan sumber energi listrik. Tapi kita belum sampai sekarang. karena kita belum berhasil menjalin kerjasama dengan investor, umumnya yang mau menyediakan pemrosesan sampah menjadi sumber energi maupun sumber ekonomi, tandas dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *