Scroll untuk baca artikel
News

Kaban Kesbanglinmaspol Medan Dituding Punya Anak Hasil Selingkuh, Wakil Walikota : Diproses Inspektorat, Ulama : Perbuatan Menjijikkan

2242
×

Kaban Kesbanglinmaspol Medan Dituding Punya Anak Hasil Selingkuh, Wakil Walikota : Diproses Inspektorat, Ulama : Perbuatan Menjijikkan

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Medan – Tudingan wanita pekerja Pegawai Harian Lepas (PHL) di Bapenda Medan berinisial MT atas perselingkuhannya dengan AM hingga memiliki anak ternyata saat ini diproses di Inspektorat Medan.

Andi Mario masih tercatat menjadi Kepala Badan Kesbanglinmaspol Medan. Diduga tak ada proses tuntas atas masalah yang dituduhkan MT ke diri pejabat yang pernah menjabat Kepala Tata Pemerintahan dan Camat Medan Helvetia ini.

Wakil Walikota Medan Aulia Rahman kepada wartawan, Selasa malam (19/12/2023) mengaku, masalah dugaan perselingkuhan AM yang menjabat Kepala Kesbanglinmaspol Medan ditangani Inspektorat Medan.

Baca Juga :  Dr Maruli Siahaan Resmi Dilantik Jadi Anggota DPR RI PAW Fraksi Golkar

“Ditangani Inspektorat Medan. Kita tak tahu pasti kejadiannya. Karena setahu saya kejadiannya sebelum kami menjabat di Kota Medan. Udah lama itu,” kata Aulia Rahman usai acara pisah sambut Kapolrestabes Medan di Hotel Mercure Jalan Perintis Kemerdekaan Medan.

Orang kedua di Pemko Medan ini tak banyak berkomentar dan kembali menyampaikan masalah itu memang telah mereka dengar dan menyerahkan ke Inspektorat Medan.

Baca Juga :  Di Bulan Ramadan Hingga Idul fitri 1445 H Tempat Hiburan Malam di Kota Medan Wajib Tutup

Sementara, Ulama asal Kota Medan Ustadz H Jamora Suga S.Ag mengaku, perbuatan pejabat eselon II Kota Medan ini amat memalukan dan sekaligus menjijikkan.

“Nauzubillah Minzalik. Menanggapi masalah kasus yang terjadi di lingkungan Pemko Medan oleh oknum pejabat dan pegawai yaitu perbuatan memalukan sekaligus menjijikkan bagi masyarakat Kota Medan,” tegasnya dalam pesan Whats App yang diterima wartawan, Senin (18/12/2023).

Ustadz H. Jamora Suga, S.Ag

Ditegasnya, kejadian yang menghebohkan tersebut mewakili gambaran betapa rusaknya etika dan karakter pejabat setingkat eselon II yang dahulu oknum ini pernah menjabat Camat Medan Helvetia.

Baca Juga :  Hasil Temuan BPK RI Tahun 2023, Ada Kredit Macet di Bank Sumut

“Saya bangga menjadi masyarakat Kota Medan. Tapi kejadian ini mewakili gambaran betapa rusaknya etika dan moral pejabat, apalagi setingkat eselon II di Lingkungan Pemko Medan bahkan sudah pernah menjabat Camat sebelumnya. Ini gambaran public figur atau pejabat yang selama ini kita anggap baik ternyata sudah mempunyai akhlak dan moral jelek,” paparnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Mengapa Adopsi Kucing Shelter Semakin Populer? Pawfriends, tren adopsi kucing shelter semakin meningkat karena banyak orang mulai sadar bahwa memberi rumah untuk kucing terlantar adalah tindakan penuh empati. Selain membantu…