Scroll untuk baca artikel

News

Komunitas Seabolga Ajak Anak Muda Cerdas Mengenali dan Memilah Sampah

1068
×

Komunitas Seabolga Ajak Anak Muda Cerdas Mengenali dan Memilah Sampah

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata, Medan – Seabolga menjadi salah satu komunitas yang berfokus pada pengolahan sampah pesisir.

Komunitas ini muncul karena rasa keprihatinan anak muda di Kota Sibolga mengenai timbulan sampah yang kian banyak di sepanjang pesisir.

Pada tahun 2019, Seabolga didirikan oleh seorang pemudi bernama Yuli Efriani, yang diketahui sebagai aktivis lingkungan dan aktif dalam kegiatan pelestarian lingkungan.

Sejak Seabolga berdiri, komunitas ini terus berupaya untuk mengajak masyarakat, khususnya penduduk di pesisir yang ada di Sumatera Utara agar lebih peduli untuk menjaga lingkungan.

Dengan terjun langsung ke desa dan sekolah, Seabolga turut mengadakan program yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat terkait pemilahan sampah dengan baik dan benar.

Baca Juga :  Gantikan Ruji Wibowo, Vinsensius Tampubolon Jabat Kacabjari Kotanopan

Melalui program yang diusung, yakni Seabolga Goes To School (SGTS), komunitas ini berharap dapat memberikan dampak positif ke masyarakat, khususnya anak sekolah.

SGTS sendiri merupakan salah satu program reguler dari Seabolga. Program ini diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan edukasi, seperti pengenalan awal terhadap jenis-jenis sampah, workshop, serta kegiatan praktik langsung dalam pemilahan sampah yang melibatkan partisipasi aktif siswa-siswi sekolah.

“Di sekolah, kita melakukan penyadaran tingkat SD hingga SMP tentang kebiasaan memilah sampah. Seperti yang kita ketahui, karena kebiasaan memilah sampah itu merupakan hal yang pertama dan utama yang wajib dilakukan kalau ingin melakukan pengolahan sampah,” ungkap Yuli, Jum’at (15/11/2024).

Baca Juga :  Ketua DPC PKB Nisel Lakukan Kaderisasi dan Konsolidasi Partai di Muscab 2026

Kegiatan ke sekolah ini tentunya tidak dilakukan sendiri oleh Seabolga. SGTS juga dilaksanakan berkolaborasi dengan stakeholder lain yang ada di Sumatera Utara. Sebagai contohnya, Seabolga berkolaborasi dengan Rumah Zakat Medan melaksanakan program SGTS di Madrasah Ibtidaiyah (MIN) 12 Medan pada September 2024 lalu.

Dalam kegiatannya, siswa dan siswi MIN 12 Medan diajak untuk membawa 3 jenis sampah yang mereka temukan di daerah dekat tempat tinggal mereka. Setelah itu, mereka diajarkan untuk mengidentifikasi dan memilah sampah tersebut ke dalam tiga bagian yang meliputi sampah organik seperti sisa makanan, anorganik seperti plastik sekali pakai, dan Bahan Berbahaya Beracun (B3) seperti baterai dan popok.

Baca Juga :  Magpie Public Relations Ungkap 8 Tren Komunikasi Bisnis di Tahun Ular Kayu 2025

Yuli sebagai pendiri Seabolga berharap dilaksanakannya program ini dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya memilah sampah dengan baik. Ia juga berharap program ini dapat terus berjalan untuk dapat terus bekerja sama dengan pihak sekolah, dapat menciptakan local hero, dan dapat menambah pengetahuan ke banyak anak muda.

“Lewat diadakan SGTS ini, aku dan tim berharap masyarakat, khususnya generasi muda yang ada di sekolah-sekolah, dapat menyadari pentingnya melakukan pemilahan sampah, baik di rumah maupun sekolah. Dengan adanya proses pemilahan sampah tersebut, kita bisa menjaga nilai dari yang sudah dipilah sehingga bisa didaur ulang,” jelas Yuli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *