LANGGUR, lensamata.id – Ketua DPRD Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) Minduchri Kudubun, SE mengakui adanya kendala dalam pengusulan Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Malra periode 2019-2024. Pasalnya, proses PAW anggota dari Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) terkendala faktor internal partai.
Faktor internal yang melatarbelakangi kepengurusan PAW yakni terdapat dua Ketua Umum (Ketum) Partai dan bertabrakan agenda penting DPRD.
Berkaitan dengan itu, lanjut Kudubun pihaknya telah menerima dua surat pengusulan PAW anggota dari PKP dalam waktu yang berbeda. Selain itu, masing-masing surat itu pun ditandatangani oleh Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) yang berbeda.
Alhasil, kepengurusan partai yang berbeda ini turut mempengaruhi kepengurusan selanjutnya di tingkat pusat.
Seyogianya, kepengurusan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PKP memiliki dua Ketua Umum, sehingga menyebabkan pihaknya harus berkonsultasi lanjut dengan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) di Jakarta dalam kaitannya dengan struktur PKP sehingga mempermudah kepengurusan DPRD di Kabupaten Malra.
“Dari sana (Kemenkumham) jawabannya adalah, mereka (PKP) harus selesaikan secara internal dulu baru mengusulkan kembali untuk mendapat pengesahan (kepengurusan partai),” jelas Kudubun di Langgur Sabtu, (12/8/2023).
Dari kepengurusan itu, pihaknya kemudian lanjut melakukan koodinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Malra untuk menindaklanjuti proses PAW ke KPU RI.
“Kita tidak ingin berlama-lama. Kita ingin agar cepat ada pengisian pengganti antar waktu,” ujar Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Ia menambahkan, proses pengurusan PAW dari PKP ini sebenarnya sudah direnacanakan sejak lama, namun sering terkendala dengan adanya agenda-agenda daerah yang tidak bisa ditinggalkan sehingga baru mulai berproses.
“Surat-surat sudah lengkap untuk besok kita kirim ke KPU,” ungkap Kudubun.
Untuk diketahui, ada dua Ada dua nama yang diajukan ke DPRD Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) untuk diproses menjadi anggota DPRD PAW, menggantikan Almarhum Petrus Elmas yang meninggal dunia pada 27 Maret 2023 lalu. Dua nama itu adalah Jacobus B. Kameubun dan Salim Wear.








