Scroll untuk baca artikel
News

MBG Ditemukan Rambut, Ulat dan Basi, Ketua LSM KPK RI Nias Selatan Desak Dapur Ditutup

518
×

MBG Ditemukan Rambut, Ulat dan Basi, Ketua LSM KPK RI Nias Selatan Desak Dapur Ditutup

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Nias Selatan – Program bantuan makanan bergizi gratis (MBG) untuk siswa yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Generasi Sehat Patrindo Niha Raya Sejahtera Kabupaten Nias Selatan Provinsi Sumatera Utara kembali menuai kritik tajam.

Sejumlah laporan dari orang tua dan pihak sekolah, menyebutkan bahwa makanan yang dikirim beberapa kali dalam kondisi tidak layak konsumsi. Beberapa di antaranya bahkan ditemukan rambut, ulat dan basi yang menimbulkan bau menyengat.

Kondisi ini membuat banyak pihak khawatir akan keselamatan dan kesehatan para siswa. Seperti yang terjadi baru-baru ini, MBG tersebut bahkan terpaksa dibuang sebelum sempat dibagikan kepada anak-anak sekolah karena sudah basi saat tiba di lokasi.

Baca Juga :  Korwil SPPG MBG Kabupaten Nias Selatan Jadi Sorotan Publik, Tidak Transparansi Penggunaan Anggaran

Orang tua siswa menilai, peristiwa semacam itu seharusnya tidak terjadi pada program yang menggunakan dana publik dan ditujukan untuk kesejahteraan siswa.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nias Selatan, Egidius Zamili bahwa benar ada ditemukan rambut, ulat dan bahkan makanannya basi di dapur MBG yayasan tersebut.

“Benar (Yayasan Generasi Sehat Patrindo Niha Raya Sejahtera_Red),” jawabnya melalui pesan WhatsApp, Kamis (06/11/2025).

Sambungnya, “Ada beberapa porsi yang basi, tapi tidak seluruhnya. Kami sudah turun langsung bersama pihak sekolah untuk klarifikasi dan mencari solusi,” balasnya.

Tambahnya, “Kadang ada temuan seperti rambut atau ulat di makanan, tapi biasanya hanya satu atau dua porsi. Kami selalu melakukan klarifikasi dan evaluasi terhadap SOP di dapur.”

Baca Juga :  Ratusan Massa Datangi DPRD Taput Desak Sekda Taput Indra Simaremare Dicopot

Meski demikian, Egidius mengakui belum mengetahui pasti jumlah makanan yang rusak. Ia memperkirakan ada sekitar 30 porsi yang terdampak.

Sementara pihak sekolah menyebutkan bahwa ada 63 orang siswa yang belum makan karena MBG yang dibagikan basi.

“63 org, itu sekitar dua kelas, salah satunya di kelas 10 DPB-a,” kata guru yang enggan disebut kan namanya.

Sebelumnya, keluhan itu berawal dari unggahan video seorang guru di akun media sosial Facebook. Dalam video tersebut terlihat sejumlah siswa mengembalikan makanan yang telah dibagikan karena tak layak konsumsi.

“Makanan MBG di SMK Negeri 1 Teluk Dalam hari ini basi. Anak-anak tidak ada yang makan, semua dikembalikan,” ujar sang guru dalam rekaman itu.

Baca Juga :  MBG di SMKN 1 Teluk Dalam Nias Selatan Dikeluhkan Basi, LSM Geram: Anak-Anak Jangan Jadi Korban

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Satulo Tafonao, menilai bahwa temuan itu merupakan bentuk kelalaian serius dari pihak penyedia apabila informasi ini memang benar terjadi dilapangan. Ia meminta pemerintah segera turun tangan dan mengevaluasi seluruh rantai distribusi MBG, mulai dari dapur produksi hingga pengantaran ke sekolah.

Tafonao bahkan mendesak agar dapur MBG tersebut segera ditutup sementara hingga ada hasil pemeriksaan yang jelas dari pihak terkait.

“Kami sudah menerima laporan serupa dari beberapa wilayah. Ini bukan lagi kasus satu-dua kali. Kalau dibiarkan, anak-anak bisa jadi korban keracunan. Pemerintah jangan tutup mata terhadap kondisi ini,” tegas Tafonao dalam pernyataannya, Rabu (12/11/2025).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *