Scroll untuk baca artikel
News

MBG Basi, Berambut dan Berulat, Aktivis Desak Pihak Berwenang Periksa Dapur Yayasan Generasi Sehat Patrindo Niha Raya Sejahtera

402
×

MBG Basi, Berambut dan Berulat, Aktivis Desak Pihak Berwenang Periksa Dapur Yayasan Generasi Sehat Patrindo Niha Raya Sejahtera

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Nias Selatan – Sejumlah siswa/i SMK Negeri 1 Teluk Dalam dikabarkan menerima makanan bergizi gratis (MBG) dalam kondisi tidak layak konsumsi beberapa hari yang lalu.

Temuan ini memicu reaksi keras dari kalangan aktivis pendidikan dan masyarakat yang mendesak pihak berwenang segera melakukan pemeriksaan terhadap dapur penyalur program tersebut.

Informasi yang beredar di medsos beberapa hari lalu, menyebutkan bahwa beberapa paket makanan yang dibagikan kepada siswa/i tercium bau tidak sedap dan menunjukkan tanda-tanda basi. Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran akan kualitas pengawasan dalam distribusi program MBG yang seharusnya mendukung pemenuhan gizi peserta didik.

Dari informasi yang dihimpun bahwa dapur penyedia/penyalur MBG tesebut di SMKN 1 Teluk Dalam, yakni “Yayasan Generasi Sehat Patrindo Niha Raya Sejahtera” yang terletak di Jln Pendidikan Komplek SMAN 1 Teluk Dalam Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.

Baca Juga :  Jabat Kajati Bali, Ketut Sumedana Berikan Pengarahan Perdana

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nias Selatan, Egidius Zamili.

“Benar (Yayasan Generasi Sehat Patrindo Niha Raya Sejahtera_Red),” jawabnya melalui pesan WhatsApp, Kamis (06/11/2025).

Sambungnya, “Ada beberapa porsi yang basi, tapi tidak seluruhnya. Kami sudah turun langsung bersama pihak sekolah untuk klarifikasi dan mencari solusi,” balasnya.

Tambahnya, “Kadang ada temuan seperti rambut atau ulat di makanan, tapi biasanya hanya satu atau dua porsi. Kami selalu melakukan klarifikasi dan evaluasi terhadap SOP di dapur.”

Meski demikian, Egidius mengakui belum mengetahui pasti jumlah makanan yang rusak. Ia memperkirakan ada sekitar 30 porsi yang terdampak, sementara salah satu guru di sekolah tersebut menyebutkan bahwa jumlahnya mencapai 63 porsi.

Baca Juga :  Soal Dugaan Ada 'Permainan' Pada Proses & Penyaluran MBG di SPPG Medan Marelan, Kajari Belawan : Sedang Follow Up

“Itu sekitar dua kelas, salah satunya di kelas 10-DPB-a,” kata guru yang enggan disebut namanya.

Dari pantauan, dapur penyedia MBG tersebut diduga masih belum layak pakai atau beroperasi karena pekerja/tukang bangunan masih melakukan kegiatan/aktivitas di sekitar bangunan tersebut, Jumat (31/10/2025).

“Kita melihat beberapa pekerja/bangunan sedang bekerja di lokasi ini, dan sebenarnya ini tidak layak beroperasi dan wajib dievaluasi kembali oleh pihak berwenang,” ujar salah satu tim.

Seorang aktivis muda Teluk Dalam Kabupaten Nias Selatan, Superman Wau, S.Pd., menilai kejadian tersebut sebagai bentuk kelalaian yang tidak bisa dibiarkan.

“Gimana bisa beroperasi sementara masih tahap perbaikan? Itu tidak layak pakai dan itu sudah menyimpang dari juknis bangunan dapur Program Makan Bergizi Gratis yang mencakup persyaratan bangunan dan sanitasi dan serta operasional,” tegas Wau.

Baca Juga :  Korwil SPPG Kabupaten Nias Selatan Diduga Tak Respon Laporan Kepala SPPG Soal Temuan MBG Basi, Berambut bahkan Berulat

Terkait MBG yang basi, Wau mengatakan bahwa “Program MBG tujuannya mulia, tapi kalau sampai makanan yang dibagikan basi, itu artinya ada masalah serius di rantai penyaluran.
Pihak berwenang harus segera memeriksa dapur atau penyedia makanan tersebut,” jelasnya, Senin (10/11/2025).

Ia juga menekankan bahwa pentingnya transparansi dalam pelaksanaan program MBG, termasuk proses pengadaan bahan makanan dan mekanisme distribusi ke sekolah-sekolah.

Kasus ini menjadi sorotan karena program MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi siswa agar mendukung proses belajar. Publik berharap kejadian serupa tidak terulang, dan pihak terkait memperketat pengawasan agar tujuan program benar-benar tercapai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *