Scroll untuk baca artikel

News

Pemasangan Pipa Gas Proyek PSN di Kab. Tanjab Barat Bikin Jalan Bibir Jalan  Amburadul dan Depan Rumah Warga Berlumpur

973
×

Pemasangan Pipa Gas Proyek PSN di Kab. Tanjab Barat Bikin Jalan Bibir Jalan  Amburadul dan Depan Rumah Warga Berlumpur

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Tanjung Jabung Barat – Warga di Kabupaten Tanjab barat, mengeluhkan pemasangan pipa gas bumi yang masuk Proyek Strategis Nasional (PSN) yang melewati rumah masyarakat.‎

Pasalnya, akibat proyek tersebut, bibir jalan depan rumah mereka digenangi lumpur menyembur keteras rumah.

‎Melansir dari esdm.go.id, proyek pipa gas nasional merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Proyek tersebut diresmikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Baca Juga :  KAI Daop 1 Jakarta Bersama Pemangku Kepentingan Tutup Dua Perlintasan Liar, Perkuat Keselamatan Perjalanan Kereta Api

‎Proyek Strategis Nasional itu berupa pemasangan pipa gas transmisi Tanjab Barat tahap 2 (Ruas) ‎di Kota Kuala Tungkal, proyek pemasangan pipa membuat laumpur menyembur di halaman rumah warga.

Pekerja proyek kemudian memindahkan lumpur tersebut ke sejumlah pekarangan warga, begitu juga di pinggir jalan yang tidak patut dilihat selepas dikerjakan.

‎Disepanjang pinggir jalan di Kota Tungkal, saat pemasangan pipa gas bumi mengakibatkan keramik lantai rumah warga retak bahkan pecah.

Baca Juga :  Ketua TP PKK Pakpak Bharat Bagikan Paket Makanan di Puskesmas Sibande

‎Ningsih salah satu warga Kota Kuala Tungkal  yang rumahnya terdampak, mengaku resah. Ia khawatir didepan rumah nya yang sudah digali yang berlobang  dampak PSN pipa gas bumi itu dapat melukai kaki balitanya.

“‎Ini lobang galian yang sudah Dikerjakan seperti ini, takut kena kaki karena saya punya anak kecil sih,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (23/4/2026) sambil menunjukan depan rumahnya dipinggir jalan.

Menurut Ketua LSM JPK Kab. Tanjab Barat Ramahdi, SH, akibat proyek tersebut, bibir jalan rusak dan teras rumah tetangganya juga mengalami semburan lumpur disaat ujan turun.

Baca Juga :  Pengamat Hukum Menilai HM Ali Yusuf Siregar Langgar UU Nomor 10 Tahun 2016

‎”Sekitar sebulan ini pernah ada kejadian serupa tapi di dalam kamar rumah dan halaman rumah, berarti ini yang ke tiga di Kota Kuala Tungkal di Jalan Kalimantan. Selain dampak kerusakan bibir jalan itu, warga juga meyebut sebelum dilaksanakan proyek tidak ada sosialisasi terlebih dahulu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Dalam proses pendidikan tinggi, pengalaman yang diperoleh mahasiswa tidak hanya terbatas pada pembelajaran akademik di ruang kelas, tetapi juga melalui berbagai aktivitas pengembangan diri yang membentuk karakter, keterampilan, dan kesiapan…