Scroll untuk baca artikel
Uncategorized

Pemuda El’sedat Apresiasi Peran Stakeholder Deklarasikan Perdamaian Elat dan Hoar Ngutru

2592
×

Pemuda El’sedat Apresiasi Peran Stakeholder Deklarasikan Perdamaian Elat dan Hoar Ngutru

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata MALRA || Wujud partisipasi dan kepedulian dari Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara serta seluruh stakeholder terkait dalam mendeklarasikan perdamaian di Kei Besar kini terjawab. Keberhasilan itu kembali mendapat apresiasi dan pujian dari tokoh pemuda Ohoi Soinrat Daniel Mituduan.

Sebagai anak adat di Woma El’sedat, Mituduan mengatakan deklarasi perdamaian yang dilakukan Pemerintah bersama seluruh stakeholder di Lapangan Ngurmas Yamlim, Kecamatan Kei Besar Kabupaten Maluku Tenggara pada Rabu, (3/5/2023) lalu sudah sangat sesuai sebagaimana harapan semua pihak.

Pasalnya, menunggu 7 bulan lamanya waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan konflik tersebut.

Baca Juga :  Wakapolres Pesisir Barat Hadiri Upacara Penurunan Bendera Merah Putih Dalam Rangka HUT RI ke - 78 di Lapangan Merdeka Krui

“Saya salut dan apresiasi atas kerja keras semua pihak khususnya pengamanan yang dilakukan TNI dan POLRI hingga menyelesaikan konflik antar masyarakat Elat dan masyarakat Hoar Ngutru. Ini sebuah gerbong perdamaian yang hakiki karena selalu anak adat kita wajib menjunjung tinggi nilai-nilai adat di negeri ini.

Kita patut bersyukur dengan deklarasi perdamaian yang dilakukan saat ini karena selain membentuk kita dalam bingkai Ain Ni Ain kita adalah semua adalah orang BASUDARA yang hidup saling berdampingan satu sama lain.

Oleh karena dalam menjalin hubungan bersama basudara kami masyarakat Elat juga menghidupkan kembali roda perekonomian kami dari Desa ke Kota.” ujar Danny di Langgur Jumat, (5/5/2023).

Baca Juga :  Rapat Internal RJB 08 DPW Sumatera Selatan Matengkan Team Pemenangan Bapak Haji Prabowo Subianto for RI 1

Dirinya mengaku, pasca konflik antar kedua belah pihak masyarakat kehilangan berbagai mata pencaharian serta sempat menghambat akses transportasi dari Desa ke Kota.

Namun, seiring berjalannya waktu, datang pula berbagai bantuan dari berbagai penjuru dan hari ini kami masyarakat Hoar Ngutru yang terdiri dari Ohoi Wakol, Ngurdu, Soinrat, Wermav, Bombay, El’ralang, Watsin, Sirbante dan Ngat dapat melaksanakan aktivitas lagi dan bersilaturahmi bersama basudara kami masyarakat Elat (Wandan).

Menyikapi deklarasi perdamaian yang dilakukan, Mituduan berharap agar Falsafah hidup Ain Ni Ain di wilayah Kei Besar dapat selalu dikenang oleh seluruh lapisan masyarakat sebagaimana bunyi Hukum Adat Larvul Ngabal It Foing Fo Kut Ne It Fau Fo Banglu.

Baca Juga :  Syah Afandin Pimpin Upacara HARKITNAS ke-115 Tahun

“Saya sebagai masyarakat Hoar Ngutru khususnya anak adat Woma El’sedat merasa terpanggil untuk menebarkan kasih dan persaudaraan lewat deklarasi perdamaian yang dilakukan pemerintah bersama seluruh stakeholder. Ini momen yang kita nantikan bersama. Mari kita tunjukkan hidup toleransi yang hakiki, hidup rukun dan damai menuju yang masa depan yang bermartabat .” Pungkasnya.(LM/Daniel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *