Lensa Mata Palembang || Buntut Ketidakjelasan nasib anak 9 tahun korban dugaan malpraktik medis RS. Pertamina Prabumulih, pendemo minta pecat Direktur Rumah Sakit Pertamina Prabumulih.
Sungguh tragis nasib anak GM umur 9 tahun, dari keluarga miskin asal gelumbang muara enim, yang bukan saja beban gizi buruk membayangi, namun kekhawatiran akan cacat fisik dan psikis permanen. Masa depan pendidikannya pun menjadi taruhan. Pasca kejadian dugaan malpraktik medis dokter bedah RS Pertamina Prabumulih .
Berbagai kenyataan pahit yang dihadapi akhirnya menjadi semangat keluarga dan orang tua GM untuk berjuang mencari keadilan. Keadilan atas jaminan kesehatan, masa depan pendidikan hingga keadilan dari rasa aman dan kesejahteraan ekonomi.
Bukan tanpa sebab, kasus anak 9 tahun asal desa midar muara enim ini telah lama terjadi. Seluruh pihak, baik pemerintah muara enim maupun pihak Rumah Sakit Pertamina Prabumulih terkesan melakukan pembiaran atas kondisi yang saat ini dialami oleh anak inisial GM. Penyelesaiannya berlarut-larut. Belum ada tindak lanjut dari pihak RS. Pertamina Prabumulih. Terkesan lepas tanggung jawab. Tanggungjawab kemanusiaan.
CACA Sumsel (Dasri dkk) bersama masyarakat dan putra daerah asal gelumbang akhirnya mendatangi kantor DPRD Provinsi Sumsel Jumat (8/9) melaksanakan demo, menyuarakan aspirasi, menuntut keadilan untuk anak GM.
Dalam orasinya Dasri HS menyatakan sikap kepedulian dan rasa kemanusiaannya “Mengutuk keras dugaan malpraktik medik terhadap anak yang terjadi di RS. Pertamina Prabumulih” beberapa waktu lalu”, sekaligus Pecat Direktur RS. Pertamina Prabumulih apabila tidak mampu menyelesaikan permasalahan anak GM.
Kami sampaikan kepada bapak ibu Pimpinan dewan provinsi khusus Komisi V untuk segera memanggil pihak RS. Pertamina Prabu d/a semua pihak yang terlibat dalam permasalahan anak GM ini, tutupnya dalam orasi.
(LM/indpwii.tim)








