Lensa Mata Taput – Dewan Pimpinan Cabang Persaudaraan 98 Tapanuli Utara (Taput) mengecam tindakan kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan oleh tim rombongan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Taput nomor urut 1 Satika Simamora dan Sarlandy Hutabarat yang terjadi pada Rabu malam 30 Oktober 2024 di Pahae Jae, Taput.
Hal ini disampaikan oleh Ketua DPC Persaudaraan 98, Fransjun Manalu, kepada sejumlah wartawan, Senin (4/11/2024) di Tarutung.
Fransjun Manalu mengatakan, selaku calon pemimpin harus mampu meredam emosi di kalangan pendukungnya. Sebagai calon pemimpin, mereka seharusnya menjadi contoh dalam menjaga keamanan dan menghormati prinsip-prinsip demokrasi. Bukan malah terlibat atau membiarkan tindak kekerasan terjadi di depannya sendiri.
“Persaudaraan 98, mengecam atau mengkritisi ketidakmampuan ataupun kelalaian kandidat paslon nomor urut 1 Satika-Sarlandy dalam meredam atau mengendalikan emosional tim pendukungnya sehingga terjadi tindakan kekerasan dan penganiayaan berat dengan cara pengeroyokan,” ujar Fransjun Manalu.
Dia menegaskan, Persaudaraan 98 menyerukan agar Polres Taput menangkap para pelaku pengeroyokan. Tindakan penganiayaan ini tidak hanya mencederai demokrasi, tetapi juga menyalahi nilai-nilai kemanusiaan dan hukum yang berlaku. Tindakan seperti ini menciptakan ketakutan serta mengancam ketentraman masyarakat Taput.
“Pelaku harus ditindak secara hukum agar tercipta keadilan bagi para korban,” tegas Fransjun Manalu.
Dia mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan menjaga ketentraman, jangan mau terprovokasi. Menjaga suasana aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Taput demi terciptanya pemilihan yang jujur dan adil tanpa kekerasan.
Meminta kepada seluruh paslon dan tim sukses untuk menjunjung tinggi demokrasi dengan cara yang bermartabat. Berharap agar kompetisi politik ini dapat berlangsung dengan fair dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan, tanpa kekerasan atau intimidasi.







