Lensa Mata Nias Selatan โ Menanggapi laporan masyarakat terkait kabel jaringan tegangan rendah (JTR) yang menjuntai ke tanah minggu lalu, pihak PLN ULP Teluk Dalam bergerak cepat dengan melakukan perbaikan kabel listrik tersebut, tepatnya di sekitar lokasi Gereja BNKP Hiliamaetaluo, Desa Hiliamaetaluo Kecamatan Toma Kabupaten Nias Selatan Provinsi Sumatera Utara.
Hal tersebut diketahui oleh awak media saat sedang melintasi di lokasi tersebut pada Selasa (22/04/2025) kemarin.
Manajer PLN ULP Teluk Dalam, Mukhlis Suhada, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa hal tersebut telah diperbaiki oleh Tim Teknis pada Senin (14/04/2025) lalu, setelah 3 hari dilaporkan, ujarnya pada Rabu (23/04/2024) melalui via WhatsApp.
“Sebagai solusi dari tim teknis, PLN melakukan penyisipan tiang besi setinggi 9 meter guna mengangkat kembali kabel JTR yang terlalu rendah. Pekerjaan ini dilakukan secara manual oleh 8 orang petugas Pelayanan Teknik (Yantek) yang dikerahkan ke lokasi untuk memastikan perbaikan berjalan lancar,” tulisnya.
Mukhlis Suhada menjelaskan bahwa kegiatan tersebut berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur.
“Pengawasan langsung di lapangan dipimpin oleh Bpk. Akbar Pratama, selaku Team Leader Teknik PLN ULP Teluk Dalam. Ia memastikan bahwa perbaikan ini berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur dan dengan kaidah Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Pekerjaan serupa juga telah dilakukan secara bertahap di beberapa desa lainnya, seperti Desa Hilisataro, Hilisataro Raya dan Hiliasi di Kecamatan Toma dan akan terus dilakukan pembenahan,” sambungnya.
Pihak PT. PLN ULP Teluk Dalam kembali menegaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan kelistrikan di wilayahnya. Dan, ia juga mengimbau masyarakat agar aktif melaporkan gangguan listrik melalui Aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center (061)123, sehingga setiap laporan dapat tercatat dan ditindaklanjuti dengan cepat.
“PLN ULP Teluk Dalam berterima kasih atas partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan jaringan listrik. Dengan sinergi antara PLN dan warga, diharapkan layanan listrik yang lebih andal dan aman dapat terus terwujud di Kabupaten Nias Selatan,” pungkas Mukhlis Suhada.
๐๐ป๐ฐ๐ฎ๐บ๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ถ ๐๐ฒ๐ฝ๐ฎ๐ป ๐ ๐ฎ๐๐ฎ, ๐๐ฎ๐ฏ๐ฒ๐น ๐๐ถ๐๐๐ฟ๐ถ๐ธ ๐ ๐ฒ๐ป๐ท๐๐ป๐๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ฒ๐๐ฎ๐ต๐ธ๐ฎ๐ป ๐ช๐ฎ๐ฟ๐ด๐ฎ ๐๐ฒ๐๐ฎ ๐ฑ๐ถ ๐ก๐ถ๐ฎ๐ ๐ฆ๐ฒ๐น๐ฎ๐๐ฎ๐ป
Warga Desa Hilamaetaluo Kecamatan Toma Kabupaten Nias Selatan Provinsi Sumatera Utara dibuat resah oleh kondisi kabel listrik bertegangan tinggi yang menjuntai rendah di sekitar permukiman mereka. Kabel tersebut terlihat menggantung terlalu dekat dengan tanah dan dinilai sangat membahayakan keselamatan warga, terutama yang beraktivitas di sekitarnya.
Salah satu warga, Ina Yanti Zalogo, saat diwawancarai merasa takut setiap kali melintas di dekat kabel tersebut. Ia menyampaikan bahwa kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama, namun belum mendapat perhatian serius dari pihak terkait terutama pihak PLN.
โKami takut sekali, kabel itu dekat ke tanah. Kalau ada yang tidak sengaja sentuh atau terlalu dekat, bisa-bisa nyawa taruhannya,โ ujarnya dengan nada cemas pada Jumat (11/04/2025) kepada Wartawan.
Menurut Ina Yanti bahwa lokasi kabel yang menjuntai itu berada di area yang kerap dilalui warga, termasuk anak-anak dan para pekerja yang beraktivitas di sekitar lingkungan tersebut. Dan, hal itu menambah kekhawatiran akan kemungkinan terjadinya kecelakaan akibat sengatan listrik.
Warga lainnya juga menyampaikan keresahan yang sama. Mereka berharap agar pihak PLN atau instansi terkait segera turun tangan untuk memperbaiki dan mengamankan kabel tersebut demi keselamatan bersama. Menurut mereka, kondisi seperti itu, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut nyawa manusia.
โDan kami pun terus menanti adanya langkah konkret dari pemerintah atau pihak berwenang agar masalah ini segera ditindaklanjuti,โ ujar salah seorang warga.
Permasalahan infrastruktur seperti itu menjadi bukti bahwa pengawasan dan pemeliharaan jaringan listrik, terutama di wilayah pedesaan, harus lebih diperhatikan. Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Manajer PLN Unit Layanan Pengaduan (ULP) Teluk Dalam, Muklis Suhada, saat dimintai tanggapannya melalui WhatsApp pribadinya, belum bisa memberikan tanggapan, Jumat (11/04/2025).







