Scroll untuk baca artikel
News

Polres Malra Kunjungi Anggota KPPS & PPS yang Sakit

925
×

Polres Malra Kunjungi Anggota KPPS & PPS yang Sakit

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Langgur – Aparat Kepolisian Resort Maluku Tenggara (Malra) melakukan aksi sosial dengan menjenguk tiga anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang jatuh sakit pada Sabtu (24/2/2024).

Mereka yang sakit yaitu Sandy Bahari Djohar, warga Ohoi/Desa Watdek. Ketua KPPS TPS 3, Kelurahan Ohoijang Watdek ini pingsan akibat tekanan darah rendah atau Bradikardia. Pemuda 28 tahun ini dirawat selama 5 hari sejak tanggal 15 – 20 Februari 2024 di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur.

Anggota KPPS lainnya yaitu Maria Dumatubun, warga Ohoi/Desa Langgur. Anggota KPPS pada TPS 14 Desa Langgur ini sakit di mana daya tahan tubuh menurun, pusing, dan lemas. Wanita 32 tahun ini dirawat selama 1 hari tanggal 15 – 16 Februari 2024 di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur.

Baca Juga :  Kapolda Sumut Sambut Kedatangan Presiden RI di Bandara Kualanamu

Sementara anggota PPS yang sakit yakni Putri Hadya Renhoran, warga Perumahan Guru Ohoijang. Wanita 23 tahun yang merupakan anggota PPS Ohoijang Watdek ini mengalami sakit dengan gejala daya tahan tubuh menurun, pusing, dan lemas. Ia dirawat selama 4 hari sejak tanggal 16 – 20 Februari 2024 di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur.

Kasat Intelkam Polres Malra, Iptu P. Houver J. Unmehopa, mengatakan, aksi sosial yang dilakukan ini merupakan bentuk kepedulian dan keprihatinan terhadap anggota KPPS dan PPS yang telah menyelenggarakan pesta demokrasi.

Baca Juga :  Penyalahgunaan BBM Subsidi Jenis Solar di SPBU 44.573.12 Tanduk-Boyolali Belum Ada Tindakan Tegas Dari Polres Boyolali, Ada Apa?

“PPS dan KPPS adalah garda terdepan dalam proses pemungutan suara pemilu dan memiliki beban tugas dan resiko tugas yang berat,” kata Kasat yang didampingi oleh Kaurmintu Satreskrim Pores Malra, Aipda V. Rumangun dan PS Kanit Intelkam, Bripka W. Patty.

Ia mengatakan, dalam tahapan pemungutan hingga rekapitulasi penghitungan suara pada tingkat PPS, masih ditemukan ada sejumlah rekan penyelenggara Pemilu (KPPS/PPS) yang mengalami sakit. Mereka bahkan harus dirawat di Rumah Sakit.

“Kami pahami sungguh bahwa tugas dan tanggung jawab yang rekan rekan PPS serta KPPS terima cukup menyita tenaga, selain dihadapkan dengan administrasi, dihadapkan pula dengan tekanan psikis dari berbagai pihak yang menuding netralitas, mengintervensi bahkan ada diskriminasi maupun penyerangan verbal maupun fisik. Namun semua itu adalah resiko dan konsekwensi tugas yang harus diterima,” ungkapnya.

Baca Juga :  Perlunya Tindakan Tegas Semua Pihak, SPBU Pertamina 44.513.23 Penaruban Weleri Kendal Masih Nekad Layani Pengangsu BBM Subsidi

Bertolak dari kejadian kejadian tersebut, Polri, kata Dia, yang adalah mitra kerja (KPPS/PPS) dalam menyukseskan penyelenggaraan Pemilu 2024, berupaya menjangkau rekan-rekan PPS maupun KPPS sebagai garda terdepan.

“Terutama bagi rekan rekan PPS maupun KPPS yang mengalami sakit dalam pelaksanaan tugas negara ini, kami mendoakan agar rekan rekan KPPS/PPS selalu diberikan kesehatan dan kekuatan sehingga tugas pemilu ini akan berakhir dengan aman dan sukses,” tutupnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Lensa Mata.id, Tanjungbalai Pembangunan dan rehabilitasi SD Negeri 130001 Kota Tanjungbalai menimbulkan tanda tanya besar di kalangan warga maupun pengamat pendidikan salah satunya dari Ketua Formafera Tanjungbalai Di lokasi yang sama berjalan dua…