Scroll untuk baca artikel

News

Relavansi Konsep Pendidikan Imam Ghazali Dalam Era Moderen di Indonesia

3743
×

Relavansi Konsep Pendidikan Imam Ghazali Dalam Era Moderen di Indonesia

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata – Pendidikan menempati peran penting dalam perkembangan masyarakat, dan konsep pendidikan yang relevan dengan zaman modern menjadi perhatian utama.

Dalam konteks Indonesia, pemikiran Imam Ghazali, seorang cendekiawan Islam terkemuka, memiliki relevansi yang signifikan.

Imam Ghazali menekankan pentingnya pengembangan spiritualitas dan akhlak dalam pendidikan, yang sesuai dengan kebutuhan zaman modern di Indonesia yang bergejolak serba instan.

Artikel ini akan mengeksplorasi konsep-konsep pendidikan Imam Ghazali dan relevansinya dalam konteks pendidikan di era modern Indonesia, serta dampaknya terhadap pembentukan karakter dan moralitas generasi masa depan.

Baca Juga :  Kepsek SDN 15 OKU Abaikan Surat Konfirmasi Terkait Penggunaan Dana BOS

Imam Al-Ghazali adalah seorang tokoh pemikir Islam yang memiliki konsep pendidikan yang sangat relevan dalam era modern di Indonesia. Konsep pendidikan ini didasarkan pada empat klasifikasi ilmu, yaitu akhlak, hukum, besar, dan sabar dalam tulisan ini nantinya akan membahas pandangan pemikiran tokoh Imam Ghazali dalam relevansinya pendidikan era moderen yang ada di Indonesia.

Baca Juga :  Diangkat Jadi Penasehat, Syah Afandin Ingin APSI Awasi Seleksi PPPK Guru Honorer

Dari hasil penelusuran, kondisi akhlak didik di Indonesia pada era modern saat ini menunjukkan beberapa permasalahan. Beberapa faktor yang disebutkan sebagai penyebab merosotnya akhlak dan adab antara lain adalah pengaruh globalisasi, kurangnya pendidikan yang menekankan nilai-nilai agama, serta dampak perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Baca Juga :  Jelang Idul Fitri, DPD Gerindra Sumut Berbagi 500 Sembako pada CS dan Security

Beberapa sumber juga menyoroti pentingnya pendidikan akhlak bagi anak di era digital dan menekankan perlunya menanamkan nilai-nilai kesederhanaan serta melatih peserta didik untuk mampu mengendalikan diri.

Selain itu, terdapat kritik terhadap kurangnya budayanya akhlak mulia di masyarakat, yang menunjukkan masih pentingnya manajemen akhlak khususnya bagi peserta didik di berbagai tingkatan dan jenis lembaga pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Kuliah di luar negeri adalah impian bagi banyak mahasiswa walau proses transisinya sering kali penuh tantangan. Tanpa persiapan yang matang, perbedaan sistem akademik dan standar penilaian bisa menjadi kendala serius…

News

Sebagai orang tua, wajar kalau kita ingin memberikan perlindungan terbaik untuk si kecil. Saat memilih sunscreen, banyak yang langsung berpikir: “Semakin tinggi SPF, pasti semakin bagus.” Tapi benarkah SPF tinggi…