Scroll untuk baca artikel
News

Telan Anggaran Rp 400 Juta Lebih, Bangunan Fisik Balai Desa Sungai Jernih Kepahiang Diduga Bermasalah

680
×

Telan Anggaran Rp 400 Juta Lebih, Bangunan Fisik Balai Desa Sungai Jernih Kepahiang Diduga Bermasalah

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Kepahiang – Desa Sungai Jernih merupakan salah satu desa yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Kepahiang di kecamatan Seberang Musi.

Dalam pelaksanaan kegiatan fisik pengelolaan Dana Desa (DD) pihak Pemerintahan Desa Sungai Jernih pada Tahun anggaran 2023 dan 2024 menyepakati untuk membangun Gedung Serba Guna yang di kerjakan secara 2 tahap yaitu tahap 1 di tahun 2023 dan tahap 2 di tahun 2024, namun kegiatan fisik bangunan tersebut diduga bermasalah.

Baca Juga :  TKD Sumut Gelar Rapat Konsulidasi Bersama 38 Relawan Prabowo Gibran, Ricky Prandana : Bersama Relawan, Kita Targetkan Kemenangan 65% di Sumut

Dijelaskan oleh salah satu perangkat Desa Sungai Jernih, bangunan fisik gedung serba guna tersebut dikerjakan dengan angka yang fantastis, yaitu menelan anggaran Dana Desa (DD) dengan total Rp. 400 juta lebih yang dikerjakan secara 2 tahap, yaitu tahap 1 pada tahun 2023 dengan anggaran Rp. 216 juta lebih yang dikerjakan oleh pihak ketiga dan diselesaikan di tahap 2 dengan anggaran Rp. 202.450.000,- ( dua ratus dua juta empat ratus lima puluh ribu rupiah ) dengan perkiraan luas bangunan 15 x 10 Meter persegi.

Baca Juga :  Antisipasi Banjir, Kadis PUPR Tanjab Barat Rutin Bersihkan Drainase di Musim Penghujan

Mengamati kondisi fisik bangunan gedung serba guna dilokasi dan membandingkan dengan total anggaran yang dikucurkan kuat dugaan bahwa nilai bangunan tersebut tidak sebanding dengan nilai anggaran yang dikerjakan dan kuat dugaan bangunan tersebut terindikasi KKN.

Hal tersebut diperkuat dengan keterangan salah satu perangkat Desa Sungai Jernih bahwa sampai saat ini pihak inspektorat Kabupaten Kepahiang sedang melakukan audit terkait kegiatan fisik bangunan gedung serba guna tersebut baik tahun 2023 dan 2024.

Baca Juga :  Longsor di Taput Renggut Nyawa Seorang Balita Tak Berdosa

“Sudah ada beberapa orang di panggil pihak inspektorat guna untuk di ambil keterangan nya dan sampai saat ini audit yang dilakukan oleh pihak inspektorat kabupaten Kepahiang belum selesai,” bebernya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

  Lensa Mata.id, Tanjungbalai   Musyawarah Daerah Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia ( Musda DPD APPSI ) Kota Tanjungbalai digelar di Raja Bahagia, Jalan Alteri Kecamatan Datuk Bandar…