Scroll untuk baca artikel
News

Wabup Pakpak Bharat Ingatkan Pemdes Tentang Percepatan Penanggulangan Stunting

905
×

Wabup Pakpak Bharat Ingatkan Pemdes Tentang Percepatan Penanggulangan Stunting

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Pakpak Bharat – Wakil Bupati Pakpak Bharat, H Mutsyuhito Solin, Dr, M.Pd mengingatkan seluruh Pemerintah Desa se Kabupaten Pakpak Bharat agar lebih memaksimalkan Intervensi Spesifik terhadap upaya percepatan penanggulangan stunting di Kabupaten Pakpak Bharat, Rabu (29/5/2024).

“Mengingat masih tingginya angka balita stunting di Kabupaten Pakpak Bharat, maka saya sampaikan agar seluruh Pemerintah Desa bisa lebih memaksimalkan upaya intervensi yang lebih sensitif dan tepat sasaran sesuai faktor-faktor penyebab stunting,” ujarnya.

Baca Juga :  APBD Perubahan 2026 Tembus Rp. 7.7 T, Wali Kota Medan Fokus Kepada 6 Prioritas Pembangunan Strategis

“Lakukan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah, Instansi, dan seluruh stakeholder terkait dalam percepatan, pencegaham dan penanggulangan stunting ini,” ungkap Wakil Bupati dihadapan seluruh Kepala Desa se Kabupaten Pakpak Bharat yang hadir hari ini, di Aula Bale Sada Arih dalam rangka “Sosialisasi Peraturan Bupati Pakpak Bharat Nomor 46 Tahun 2022 Tentang Peran Pemerintahan Desa Dalam Pencegahan dan Penanganan Stunting”.

Baca Juga :  Pemkab Pakpak Bharat Gelar Buka Bersama di Rumdis Wakil Bupati

Dengan terbitnya Peraturan Bupati No.46 Tahun 2022 memungkinkan upaya penanganan stunting yang sudah menjadi prioritas Nasional bisa dilaksanakan oleh Pemerintah Desa dengan menyusun kegiatan-kegiatan yang relevan dan bersifat skala Desa melalui APB Desa.

Berdasarkan data Survey Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan RI, angka prevalensi stunting Kabupaten Pakpak Bharat berada pada kategori tinggi, yakni sebesar 28,9 persen, peringkat ke-4 dari 33 Kabupaten/Kota se Sumatera Utara.

Baca Juga :  Wakil Bupati Pakpak Bharat Sosialisasikan Tentang JITUPASNA dan R3P

Hal ini harus menjadi perhatian serius kita bersama agar dapat memenuhi target angka prevalensi stunting Nasional sebesar 14 % pada tahun 2024 ini, jelas Wakil Bupati menekankan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *