Lensa Mata Sampang – Pekerjaan proyek Tambatan Perahu yang di danai oleh dana desa yang sudah lama rampung tak kunjung membayarkan upah pekerjanya.
Abdul Razak sebagai kepala tukang kegiatan pekerjaan tambatan perahu mengatakan kepada wartawan lensamata.id ia merasa kecewa kepada pelaksana maupun Pemdes Noreh karena upah pekerja tambatan perahu yang sudah lama selesai tak kunjung dibayarkan oleh pihak penyelenggara.
“Saya bingung tambatan perahu ini sudah lama selesai pekerjaannya tapi kenapa upah pekerja ini tak juga di bayar sampai detik 3ini ada apa dengan semua ini,” ucap Razak di Dusun Panaro’an Desa Noreh Kec. Sreseh Kab. Sampang, Provinsi Jawa Timur pada Jum’at (22/3/2024).
Masih di tempat yang sama Razak panggilan akrabnya juga menyampaikan “Padahal tambatan perahu ini di danai oleh pemerintah melalui programnya dana desa TA 2023 tapi kenapa sampai 2024 belum terbayar dan saya sudah menanyakan kepada sekdes (sekretaris desa) Firman malah dia jawab semua ada di ranah Marzuki PJ Kepala Desa Noreh. Saya juga sudah menelepon PJ, dia menjawab saya suruh sabar dan akan segera di selesaikan waktu itu, namun saya tunggu sudah sekian bulan tak kunjung ada kabar juga. Saya minta tolong ke Kecamatan supaya bisa menjadi penengah dalam masalah kerunyaman dana upah pekerja namun nihil saya pun tidak di temui oleh Camat Sreseh Arif Purna Hermawan pada hari Senin (18/3/2024) di kantornya.
Dan akhirnya saya ketemu dengan Marsup jawabannya pun sama bersabar dan saya tanggung jawab akan segera terselesaikan begitu ucap Marsup, namun sampai kapan ini dana desa upah pekerja pun ada RAB nya jadi sudah jelas TA 2023 kok mau di bayar di 2024,” pungkanya.











