Scroll untuk baca artikel

News

Dinas P3AKB Pesisir Barat Tindaklanjuti Kelakuan Oknum Guru Yang Memalukan

1237
×

Dinas P3AKB Pesisir Barat Tindaklanjuti Kelakuan Oknum Guru Yang Memalukan

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Pesisir Barat, Krui – Sungguh terlalu dan tidak mencerminkan sebagai para tenaga pendidik yang berkualitas perilaku para tenaga pendidik di SD Negeri 91 Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung terhadap para siswanya.

Perilaku para tenaga pendidik tersebut menyuruh para siswa dengan memakan kwaci yang telah ditaruh di lantai ruang ruang kelas, sambil menggunakan mulutnya dengan tangan dilipat kebelakang, sambil berjongkok.

Kronologi kejadian pada, Kamis (22/02/2024), saat para siswa memakan kwaci di ruang kelas, lalu didapati oleh seorang guru berinisaial (ML), ujar 5 (lima) orang siswa saat ditemui awak media di Dinas P3AKB Kabupaten Pesisir Barat, Senin (26/02/2024).

Baca Juga :  Kemenag dan Dinkes Sumut Tandatangani MoU, Tingkatkan Layanan Kesehatan di Lembaga Pendidikan

Adapun menurut pengakuan lima orang siswa yang diberikan hukuman dengan memakan kwaci di lantai, disaksikan juga oleh para guru lainnya.

Baca Juga :  Tahun 2026 Medan Jadi Tuan Rumah Rakernas XVII APEKSI 

Hal tersebut justru sangat disayangkan, bukannya mencegah tetapi justru membiarkan hukuman tersebut terjadi, menurut Kepala Dinas P3AKB Kabupaten Pesisir Barat, dr. Budi Wiyono.

Baca Juga :  Pemkot Gelar Upacara HGN 2023 dan HUT PGRI ke 78 Tahun Kota Subulussalam

“Sementra ini Dinas P3AKB sudah menerima laporan dari para orangtua siswa tersebut dan nantinya Dinas P3AKB akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Barat untuk menindaklanjuti masalah ini, ” kata dr. Budi Wiyono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Lensa Mata Medan – Pemko Medan berkomitmen penuh untuk melakukan pembenahan total di kawasan Medan Belawan. Hal tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, saat menerima audiensi pengurus…

News

Data LiDAR mentah yang dihasilkan dari survei drone mengandung ratusan juta poin yang perlu diproses, diklasifikasi, dan dianalisis sebelum bisa digunakan untuk kebutuhan operasional. Kualitas pemrosesan data menentukan akurasi output…