Scroll untuk baca artikel

News

Dinas Pariwisata Nisel Disorot, Anggaran Rp 5,6 Miliar Dipertanyakan, Kantor Tak Terurus

2863
×

Dinas Pariwisata Nisel Disorot, Anggaran Rp 5,6 Miliar Dipertanyakan, Kantor Tak Terurus

Sebarkan artikel ini
Anggraeni Dachi, Kadis Pariwisata Nias Selatan

Lensa Mata Nias Selatan – Dinas Pariwisata Nias Selatan (Nisel) tengah menjadi sorotan publik. Dengan anggaran mencapai Rp 5,6 miliar pada tahun 2024, kondisi kantor dinas justru memprihatinkan. Plafon yang rusak dan atap yang ditumbuhi daun serta ranting pohon yang menumpuk hingga berlumut menimbulkan pertanyaan besar terkait pengelolaan anggaran tersebut.

Ketua DPC Ormas Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Nisel, Yustinus Buulolo, menyesalkan kondisi tersebut. “Sangat disayangkan, kantor Dinas Pariwisata yang selama ini kita banggakan justru tidak terurus, bahkan beberapa minggu lalu atapnya dipenuhi lumut,” ujarnya kepada lensamata.id melalui sambungan seluler pada Kamis (13/03/2025).

Lebih lanjut, Yustinus menyoroti sejumlah pos anggaran yang dikelola oleh Dinas Pariwisata, termasuk:

Baca Juga :  Sinergitas Pemkab Deli Serdang & Polres Belawan Dukung Ketahanan Pangan

Belanja alat tulis kantor (ATK): Rp 300 juta; Belanja bahan cendera mata: Rp 92 juta; Makan dan minum: Rp 75 juta;
Sewa hotel: Rp 83 juta; Sewa peralatan selam: Rp 14 juta; Sewa pertemuan: Rp 25 juta; Pemeliharaan kendaraan dinas eselon: Rp 38 juta; dan Belanja event organizer kejuaraan surfing internasional Nias Pro 2024: Rp 1 miliar Penyelenggaraan kejuaraan surfing internasional: Rp 4 miliar.

Baca Juga :  Rico Waas : Satpol PP Bukan Sekedar Simbol, Tapi Pilar Utama Wujudkan Ruang Sosial Aman, Nyaman dan Tertib

Dengan total anggaran yang mencapai Rp 5,6 miliar, Yustinus mempertanyakan efektivitas penggunaannya. Ia bahkan menilai Kepala Dinas Pariwisata Nisel, Anggraeni Dachi, tidak layak memimpin instansi tersebut.

“Kalau kantor sendiri saja tidak bisa dikelola dengan baik, bagaimana dengan anggaran miliaran rupiah? Kami mendesak Bupati Nias Selatan, Sokhiatulo Laia, untuk segera mengevaluasi kinerja Kadis Pariwisata dan meminta transparansi penggunaan anggaran, terutama terkait Nias Pro 2024 yang terkesan pemborosan,” tegasnya.

Baca Juga :  Diduga Tak Sesuai Spek, Pekerjaan Jalan Cor Beton di Kampung Nelayan Ambruk

Sebelumnya, Anggraeni Dachi menyatakan bahwa anggaran Nias Pro telah digunakan sesuai peruntukannya. “Manfaatnya jelas, yakni meningkatkan minat wisatawan. Soal evaluasi, itu hak prerogatif Pak Bupati,” ujarnya singkat.

Sorotan terhadap Dinas Pariwisata Nisel semakin menguat, terutama terkait transparansi dan akuntabilitas anggaran. Publik kini menantikan tindak lanjut dari pihak pemerintah daerah atas polemik ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *