Scroll untuk baca artikel

News

Gelar Outing Class di Kampus Ternama, SMAN 1 Blega Kutip Biaya Fantastis

753
×

Gelar Outing Class di Kampus Ternama, SMAN 1 Blega Kutip Biaya Fantastis

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Bangkalan – Outing class adalah kegiatan mengajar yang di laksanakan di luar kelas oleh berapa siswa/siswi SMAN 1 Blega yang sedang berada di kelas XII.

Mengingat outing class adalah media yang paling efisien bagi siswa/siswi untuk menerima kegiatan belajar dengan praktek langsung yang bukan hanya menerima pelajaran di dalam kelas yang bersifat teori.

Tapi sangat di sayangkan kegiatan positif outing class ini SMAN 1 Blega Kec. Blega Kab. bangkalan memungut sumbangan yang di nilai terlalu besar yakni Rp 850.000 per orang menurut narasumber yang di temui oleh awak media lensamata.id, Sabtu (23/11/2024) lalu.

Menurut narasumber yang merupakan salah satu wali murid disekolah tersebut dan enggan di sebut namanya mempertanyakan soal pungutan sumbangan yang dinilai besar olehnya.

Baca Juga :  Sinergi UGM-LSAJ: Menyulap Blora Menjadi Lumbung Protein di Tengah Tantangan Kemandirian Pangan

“Saya minta tolong untuk mempertanyakan perihal outing class yang di gelar oleh sekolah anak kami yaitu SMAN 1 Blega yang memungut sumbangan sebesar Rp 850.000 (delapan ratus lima puluh ribu rupiah), kami menilai dana tersebut terlalu besar mas,” tuturnya.

Lanjutnya, ia mengatakan bagi keluarga yang tidak mampu sangat terbebani dengan pungutan sebesar itu.

“Ini lagi mas bagi keluarga mampu dengan dana sebesar itu tidak jadi soal namun bagi yang tidak mampu sangat meresahkan dan terbebani karena mau tidak mau kami berusaha cari pinjaman kesana kemari demi masa depan anak saya, sumbangan dana tersebut pertanggal 06-12-2024 harus sudah lunas mengingat pemberangkatan outing class rencananya akan berangkat 20-12-2024,” sambungnya.

Baca Juga :  HUT ke-52 Korpri, Syah Afandin Yakin ASN Netral & Tegak Lurus dengan UUD 1945

Terpisah, Kepala Sekolah yang akrab disapa Nur beserta Wakil Kepala Sekolah Akhmad Afandi saat ditemui di ruangannya oleh awak media lensamata.id pada Jum’at (06/12/2024) lalu menyanggah hal tersebut.

“Outing class ini sebenarnya rutin kami lakukan, serta sempat terhenti karena pandemi yang melanda Indonesia dan kini siswa/siswi meminta kembali kegiatan outing class ini di adakan, kamipun tidak menyetujui begitu saja dan sumbangan itupun bukan kami yang mengelolanya tapi di setiap kelas itu sudah ada yang mengurusi hal itu yaitu siswa/siswi itu sendiri mas bahkan kamipun tidak tahu menahu karna anak-anak ini sudah menabung semenjak masuk kelas X, dan kenapa saya pilih Univerisitas Gajah Mada (UGM) karna anak didik kami yang memilih universitas tersebut juga, kamipun sudah memberi pilihan kenapa tidak di Universitas di Jawa Timur namun semua murid menolak,” kilahnya.

Baca Juga :  Isi Ekstra Kurikuler, MAPN 4 Medan Minta DPW IMO Indonesia Sumut Beri Pelatihan Jurnalistik

Masih di tempat yang sama Akhmad Afandi selaras dengan penjelasan Kepala Sekolah tersebut.

“Benar kamipun hanya memfasilitasi saja dan uang tersebut langsung saya serahkan ke bagian transportasi yang berada di banyuwangi juga perlu di ketahui perusahaan transportasi yang kami pakai nantinya sudah sesuai dengan prosedur keselamatan dari asuransinya mas, dan kamipun sudah menyiapkan rekomendasi persetujuan dengan wali murid,” ujar Akhmad Afandi sembari menyodorkan surat rekomendasi wali murid yang masih kosong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *