Lensa Mata Medan – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) terus mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Bupati Tapanuli Utara (Taput), Junius TP Hutabarat, menilai bahwa pelaksanaan program MBG pada dasarnya sangat baik.
Hal tersebut disampaikan Bupati Taput, Junius TP Hutabarat, saat dikonfirmasi awak media melalui pesan tertulis aplikasi WhatsApp pada Kamis (8/10/2026).
Menurut Junius, sekolah-sekolah yang tergolong favorit atau unggulan sebenarnya tidak lagi memerlukan intervensi program MBG. Ia menyarankan agar fokus penyaluran bantuan makanan bergizi ini diprioritaskan bagi para siswa di wilayah pelosok atau pedalaman.
“Program MBG ini sebenarnya bagus, namun sekolah-sekolah yang menjadi unggulan atau pilihan sejatinya tidak perlu diberi MBG. Yang sangat membutuhkan dan perlu diprioritaskan adalah sekolah-sekolah di daerah pedalaman,” ujar Junius.
Menanggapi kekhawatiran terkait isu keamanan pangan dan potensi keracunan pada siswa, Junius menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara telah mengambil langkah antisipatif secara berkala.
“Mengenai potensi keracunan, kita sudah berulang kali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai sekolah yang menerima program MBG tersebut,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi geografis dan iklim Tapanuli Utara turut mendukung kesegaran bahan pangan yang disajikan kepada para siswa.
“Karakteristik cuaca di Taput ini dingin, sehingga pasokan sayur-mayur dan buah-buahan di sini relatif masih segar-segar. Hal ini meminimalisasi risiko dan sangat kecil kemungkinan terjadinya keracunan,” pungkas Junius.












