Scroll untuk baca artikel

News

Kandang Ayam Disei Lendir Mengeluarkan Aroma Yang Tak Sedap, Izin Ipal Dipertanyakan 

93
×

Kandang Ayam Disei Lendir Mengeluarkan Aroma Yang Tak Sedap, Izin Ipal Dipertanyakan 

Sebarkan artikel ini

 

Kandang Ayam di Desa Sei Lendir

Lensa Mata.id I Asahan

 

Suasana jalan besar Sei Kepayang menjadi kurang nyaman bagi pengguna jalan yang melintas setiap hari. Bau tak sedap yang menyebar dari kandang ayam terbesar di Desa Sei Lendir, Kecamatan Sei Kepayang Barat, Kabupaten Asahan, membuat warga pengguna jalan merasa risih. Isu ini kini menjadi sorotan setelah wartawan mencoba mengupayakan konfirmasi dari pihak desa, namun mendapatkan arahan untuk langsung menghubungi pengelola kandang.

 

Keluhan bermula dari banyak pengguna jalan yang sering melintas di depan kandang ayam tersebut. Mereka mengaku merasa terganggu dengan aroma tak sedap yang keluar dari kompleks perternakan, terutama pada siang dan sore hari ketika udara lebih hangat. Beberapa warga yang melintas juga mengkhawatirkan potensi dampak lebih lanjut bagi kesehatan jika masalah ini tidak segera ditangani.

Baca Juga :  Plh Sekda Taput Klarifikasi Tudingan Ilegal dari Kasatpol PP Malah Diajak Berkelahi

 

Untuk mengklarifikasi permasalahan ini, beberapa wartawan dari berbagai media mengunjungi kantor Kepala Desa Sei Lendir pada hari Selasa, 23 Juni 2026. Namun, mereka menemukan bahwa Kepala Desa tidak berada di kantor pada jam kerja. Upaya berikutnya dilakukan dengan menghubungi Sekretaris Desa melalui pesan WhatsApp, namun ternyata sang sekretaris juga tidak berada di kantor, dengan alasan harus menghadiri wisuda anaknya.

 

Dalam percakapan singkat tersebut, Sekretaris Desa berjanji akan menghubungi wartawan kembali setelah berkomunikasi dengan Kepala Desa. “Nanti kuhubungi orang abang, kutanya dulu kapan pak kades bisa jumpa,” ujarnya. Namun, hingga hari Rabu, 24 Juni 2026, tidak ada kabar dari pihak sekretaris. Saat wartawan mengirimkan pesan penanyakan, “Apa kata pak kades, sampai saat ini tidak ada informasi,” baru kemudian mendapatkan balasan: “Kata kades langsung aja ke kandang bang.”

Baca Juga :  RSUD Bangun Purba dan Puskesmas Sialang Akan Menjadi BLUD

 

Di balik keluhan bau, muncul pertanyaan krusial mengenai kelengkapan izin operasional kandang ayam tersebut dan ketersediaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sesuai standar. Sampai saat berita ini diturunkan, upaya konfirmasi wartawan kepada Kepala Desa terkait izin dan kelayakan sistem pengelolaan limbah kandang ayam tersebut belum menemui hasil yang jelas. Hal ini membuat pertanyaan mengenai apakah perternakan tersebut telah memenuhi semua persyaratan regulasi menjadi semakin mendesak untuk dijawab.

Baca Juga :  Kapolrestabes Medan Janji Tindak Tegas Oknum Polisi Aniaya Warga Hingga Tewas

 

Warga yang melintas berharap agar baik pihak pengelola kandang maupun pemerintah desa dapat segera bekerja sama untuk menangani masalah bau ini. Mereka mendambakan adanya solusi yang konkret, baik melalui peningkatan sistem pengelolaan limbah maupun langkah-langkah lain yang dapat mengurangi dampak negatif bagi lingkungan dan kenyamanan masyarakat sekitar. Transparansi mengenai izin dan sistem pengelolaan kandang juga diharapkan dapat memberikan kepastian bagi semua pihak.

 

( M J H )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *