Lensa Mata Taput – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara bekerjasama dengan Bank Indonesia melakukan kegiatan gerakan pangan murah demi upaya pengendalian inflasi dan stabilitas harga pangan di wilayah itu.
“Kegiatan ini adalah kerjasama Pemkab Taput dan BI Cabang Sibolga. Intinya, stok pangan aman, stabilitas harga juga aman, dan kegiatan ini dapat menekan inflasi,” ujar Pj Bupati Taput, Dimposma Sihombing, Kamis (15/8/2024).
Dikatakannya, kegiatan tersebut merupakan salah satu bukti kehadiran pemerintah dalam menyediakan bahan pokok murah untuk masyarakat.
Pj Bupati Taput berharap, kedepan kuantitasnya agar ditingkatkan. Seharusnya jika APBD Taput saat ini tidak mengalami beban berat, kemungkinan subsidi biaya angkut akan ditambah subsidi lainnya dari Pemkab Taput sehingga harga bahan pokok akan lebih murah lagi.
Mustafa Kamal dan Laidin Purba dari Kantor Perwakilan BI Cabang Sibolga mengatakan, gerakan pasar murah bukan berarti harganya jauh lebih murah, namun ada subsidi biaya angkutnya.
“Upaya menekan inflasi yang kita lakukan harus boleh dinikmati masyarakat Tapanuli Utara,” ujar Mustafa.
Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Longgos Buha Pandiangan menjelaskan, gerakan pangan murah ini digelar mulai Kamis 15 Agustus hingga Jumat 16 Agustus 2024, di Taman Kota Tarutung.
Adapun bahan pokok yang dijual adalah beras sebanyak 15 ton dengan harga Rp.57.500 per 5 kg, telor ayam ras 30 butir dalam satu papan seharga Rp.53.000 per papan, serta minyak goreng, gula pasir, dan tepung terigu.











