Scroll untuk baca artikel

News

Oknum Security PT Lingkar Persada Usir dan Ajak Duel Wartawan Ketika Ingin Konfirmasi Soal Proyek Stadion Teladan

741
×

Oknum Security PT Lingkar Persada Usir dan Ajak Duel Wartawan Ketika Ingin Konfirmasi Soal Proyek Stadion Teladan

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Medan – Oknum Security PT Lingkar Persada yang mengerjakan proyek Pengerjaan Fisik Sarana dan Prasarana Pendukung Stadion Teladan Medan milik Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Pemko Medan mengusir dan mengajak  duel wartawan di lokasi proyek di seputaran Stadion Teladan.

Kehadiran sejumlah wartawan di lokasi proyek itu untuk melihat langsung dan mengkonfirmasi sudah sejauh mana proyek itu dilaksanakan, sehubungan dengan banyak pertanyaan masyarakat tentang isu mangkraknya proyek bernilai Rp 132 Milyar itu.

Ketika sejumlah wartawan tersebut mau memasuki lokasi proyek pada Selasa, (30/07/2024) security tersebut menghadang dan dengan nada arogan dan mengusir para wartawan.

“Pergi, pergi sana, ngak ada konfirmasi-konfirmasi,” katanya ketika seorang wartawan memperkenalkan diri dan bertanya kepada siapa harus mengkonfirmasi kondisi proyek itu.

Saprin Purba salah satu wartawan media online yang tergabung dalam Ikatan Media Online Indonesia Sumatera Utara (IMO Sumut) mengatakan bahwa kedatangan rekan-rekan wartawan bermaksud ingin mengkonfirmasi terkait pekerjaan proyek tersebut dengan sopan.

Baca Juga :  Dalam Rangka HUT RI Ke 79 Lapas Kelas II B TBA Memberikan Remisi Bebas Langsung Ke 13 Warga Binaan

“Kami datang dengan sopan dan bertanya kepadanya, kepada siapa kami konfirmasi tentang pembangunan proyek ini. Lalu security itu menjawab tidak sopan, katanya tak ada dan pergi sana sambil membanting pintu,” ujar Saprin Purba dan wartawan lainnya kepada media di lokasi itu.

Mendapat perlakuan tidak simpati itu, para wartawan itu lalu nongkrong di sebuah warung es kelapa muda yang berada persis di depan proyek. Tiba-tiba oknum security PT Lingkar Persada itu mendatangi para wartawan yang sedang berdiskusi itu. Saat itu security tersebut didampingi seorang yang kemudian diketahui bernama Hery yang mengaku sebagai pengawas proyek itu.

Lalu security tersebut menarik lengan salah seorang wartawan yaitu Saprin Purba lalu mengajaknya berkelahi seakan mau memukul sambil membentak dan memaki. “Ayok main kita,” katanya.

Baca Juga :  Terkait Pemberitaan Media Online, Bukan Villa Pribadi Kajati Sumut Tapi Rumah Tempat Tinggal Penjaga Pesantren

Untungnya Hery berhasil menyuruh security tersebut masuk ke lokasi proyek dan Hery berupaya berkomunikasi dengan para wartawan dan berjanji akan menegur security tersebut.
Atas kejadian itu Ketua DPW IMO-Indonesia Sumatera Utara menyesalkan kejadian tersebut.

Pemimpin Redaksi media online penasumut.online mencoba mengkonfirmasi pengawas proyek yang bernama Riko melalui telepon selularnya. Riko mengaku dirinya pengawas keamanan di proyek tersebut.

Menurutnya, dia tidak menguasai persoalan proyek, kalau untuk menanyakan hal proyek, silahkan saja bertanya ke Dinas PUPR Kota Medan.

“Kalau soal proyek saya tidak paham Pak, tanyakan saja langsung ke Dinas PUPR Kota Medan. Saya hanya pengawas soal keamanan saja,” katanya.

“Iya Pak, untuk petugas keamananan itu tadi akan kami nasehati,” sambungnya via handphone.

Baca Juga :  Jelang Habis Masa Jabatan, Jokowi Pamit ke Pedagang Pasar Delimas

Menurut Nuar Erde tindakan security tersebut sudah menyalah. “Ya tadi ada petugas kemananan mengusir, memaki dan mau memukul wartawan, itu bagaimana, siapa namanya dan apa tindakan dari pihak proyek. Itu kan tidak benar. Wartawan datang baik-baik dan sopan, mau mkonfirmasi, eh malah dikasari,” sambung Nuar Erde.

Pada papan plank nama proyek tercantum bahwa proyek Pengerjaan Fisik Sarana Dan Prasarana Pendukung Stadion Teladan Medan milik Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Pemko Medan yang dikerjakan PT Lingkar Persada, memiliki waktu pelaksanaan 270 hari kelender sejak tanggal kontrak 1 Fepbruari 2024 sampai dengan 27 Oktober 2024.

Akan tetapi ketika dilihat di lapangan progres pembangunan dengan jumlah waktu yang sudah mencapai 5 bulan seakan tidak siap dan hal itulah yang mau dikonfirmasi para wartawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *