Scroll untuk baca artikel
News

Ucapkan Dukacita, Dirut RSUD dr. Tengku Mansyur Sambangi Kediaman Anisa Nadirah Pasien Anak Yang Meninggal

1239
×

Ucapkan Dukacita, Dirut RSUD dr. Tengku Mansyur Sambangi Kediaman Anisa Nadirah Pasien Anak Yang Meninggal

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Tanjung Balai – Dirut Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Mansyur, Dr. Tengku Mestika Mayang  mengucapkan rasa dukacita yang Mendalam atas meninggalnya Anisa Nadirah Pasien Anak yang berusia 5 (Lima) Bulan.

Kronologis kejadian itu viral di media sosial setelah pihak keluarga melakukan siaran langsung di facebook sebagai ungkapan kekecewaannya. Menanggapi hal tersebut Dirut RSUD Dr Tengku Mestika Mayang beserta beberapa OPD yang ada dikota ini menyambangi kerumah orang tua Anisa Nadirah Selasa (20/2/24) pagi.

Dr. Mayang ketika ditemui diruang kerjanya menjelaskan kronologis kejadian yang sebenarnya dan sedikit meluruskan kegaduhan masyarakat di dunia maya terkait Vidio yang disebarluaskan dari pihak keluarga, Pihak RSUD dr. Tengku Mansyur.

Baca Juga :  Hadiri Tabligh Akbar, Syah Afandin Sedekahkan Rp 50 Juta Untuk Ponpes Al Habib Pangkalan Brandan

“Pada shift pagi pukul 13.30 dr.sp.A visite ke ruang anak. Dan dokter menganjurkan pasien untuk dirujuk ke medan. Namun keluarga belum bersedia / masih berunding untuk dirujuk kemedan, dan keluarga pasien sudah menandatangani penolakan tindakan (13.55). Disaat KU pasien semakin menurun, keluarga pasien meminta kepada perawat untuk pasien dirujuk kemedan (15.35), dan keluarga pasien meminta kepada perawat untuk saat itu juga diberangkatkan kemedan. Perawat menghubungi dokter jaga ruangan (dr. Suci) untuk menjelaskan keadaan pasien kepada pihak keluarga dan menjelaskan semua prosedur persiapan rujuk,” terang Dr Mayang.

Baca Juga :  Kisruh Soal Walikota Medan ke Luar Negeri, Agus Suryadi : Harus Jadi Pelajaran Untuk Fokus Pada Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat

Lanjut Mayang “pukul 16.20 wib tim rujuk datang dan menjelaskan kembali kepada keluarga pasien tentang proses rujuk kemedan. Setelah proses rujukan selesai tim rujuk memberitahukan kepada keluarga pasien bahwa RS Medan sudah ACC. Tim rujuk mempersiapkan keberangkatan rujukan, dan disaat itulah pasien “apnoe” pukul 20.15 dan diberitahukan (informed consent) dokter ruangan (dr. Fitrika) bahwa pasien sudah henti nafas meninggal dunia. Namun pihak keluarga pasien tidak terima dan membuat keributan diruangan anak, sebab tidak terima pasien meninggal.

Baca Juga :  Kejati Sumut Telaah Dugaan Kredit Macet PT Pangripta Senilai Rp 23 M di Bank Plat Merah

“Kejadian ini dapat menjadi edukasi untuk kita semua bahwa pentingnya kerjasama dari semua pihak mulai dari dokter, perawat dan terutama pihak keluarga. Karena setiap diagnosa, tindakan medis dan anjuran rujukan dari pihak kesehatan adalah untuk kebaikan dan keberlangsungan pengobatan/perawatan yang lebih intensif bagi pasien,” tuturnya.

“Kami pihak RS siap menerima kritik dan saran yang membangun untuk memperbaiki kualitas pelayanan kami,” tutupnya mengakhiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Lensa Mata Aceh Besar – Ketua MPW Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Aceh, Dr Taqwaddin, menegaskan bahwa ICMI harus mampu menjadi kekuatan intelektual sekaligus tumpuan masyarakat dalam menggerakkan kemajuan Aceh…