Scroll untuk baca artikel
News

Diduga Buat Pasien Terhambat Operasi, Keluarga Minta Bupati Evaluasi RSUD KH Daud Arif

1461
×

Diduga Buat Pasien Terhambat Operasi, Keluarga Minta Bupati Evaluasi RSUD KH Daud Arif

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Kuala Tungkal – Diduga RSUD KH Daud Arif lalai dalam memberikan dokumen rujukan pasien untuk operasi di RSUD Raden Mattaher Jambi mengakibatkan terhambatnya dalam melaksanakan operasi keluarga pasien meminta Bupati Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) untuk mengevaluasi kinerja para pejabat di Rumah Sakit pelat merah itu.

Dokumen rujukan yang membuat pasien terhambat yakni hasil penjelasan dokter terkait hasil ronsen yang dilakukan di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal yang tidak dilampirkan oleh pihak RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal saat memberikan rujukan.

Baca Juga :  ‎Menkes RI Kunjungi RSUD Daud Arif Kuala Tungkal Terkait Kasus Meninggalnya Seorang Dokter

Pasien atas nama Fajar Septiadi warga Kuala tungkal itu kini hanya bisa terbaring di RSUD Raden Mattaher Jambi bahkan kakinya yang mengalami patah akibat kecelakaan mulai membengkak karena tidak bisa ditangani, hal itu dikarenakan rekomendasi ronsen yang tidak dilampirkan oleh pihak rumah sakit Kuala tungkal.

Baca Juga :  Seperti Tidak Peduli Lingkungan, LSM Petisi Minta Bupati Evaluasi Kinerja Dinas Lingkungan Hidup

Pihak keluarga melakukan pengurusan terkait rekomendasi ronsen tersebut di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal hanya dijanjikan untuk menunggu, Rabu (08/11/2023) sejak pukul 10.30 wib hingga 14.20 WIB tidak juga ada kejelasan.

Bahkan, biaya administrasi sudah diselesaikan sejak pukul 11. 00 wib sebesar Rp 60 ribu di kasir RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal. Padahal sebelumnya administrasi untuk rujukan termasuk ronsen dan biaya ambulans sudah diselesaikan sekitar Rp2,9 juta saat akan melakukan rujukan ke Jambi.  Walau sudah dibayar pihak keluar terus disuruh menunggu hingga saat ini.

Baca Juga :  Hadiri Seminar Nasional Beasiswa, Syah Afandin: Tanamkanlah Dihati Jadi Orang Hebat

“Tadi kita menanyakan ke bagian Radiologi diminta menunggu sekitar 2 jam dari sekitar pukul 10.30 WIB sampai 12.30 WIB katanya dokter yang bisa memberikan keterangan terkait ronsen sedang melakukan USG 6 pasien,” kata Eko keluarga pasien yang mengurus hal itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Lensa Mata.id, Asahan Polsek Sei Kepayang dibawah kepemimpinan Erwin Syahrizal, S.H.,M.H. menggelar Acara kegiatan Hari Keamanan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas) di Aula Polsek Sei Kepayang, Selasa (1/9/2026). Kegiatan ini juga menjadi…