Scroll untuk baca artikel
News

Usai Hair Yot, Thaher Hanubun Borong Dagangan Lokal Masyarakat Ohoilimtahit

1063
×

Usai Hair Yot, Thaher Hanubun Borong Dagangan Lokal Masyarakat Ohoilimtahit

Sebarkan artikel ini

Langgur, lensamata.id – Selain turut mengambil bagian dalam pelaksanaan buka sasi (Hair Yot), Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun juga memborong seluruh hasil dagangan dan kuliner masyarakat Ohoilimtahit.

Meskipun, hanya sekedar mencicipi sedikit demi sedikit kuliner warga, Thaher akui cukup puas dengan sajian makanan dari kesatuan masyarakat adat Ratschap Ohoilimtahit ini.

Beranjak dari meja ke meja, Thaher turut didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Maluku Tenggara Ibu Eva Eliya Hanubun dan Jajaran Forkopimda dengan membeli sejumlah makanan pokok khas Kepulauan Kei.

Baca Juga :  DPRD Lahat Gelar Rapat Paripurna VII Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2023-2024

Tampak, ada ikan bakar, enbal bubuhuk, keladi, petatas, sayuran sir-sir, bubur kacang merah, anggur laut (lat-lat) dan singkong yang menghiasi seluruh penjuru meja.

Ada pula oleh-oleh dan kuliner dalam bentuk kemasan yang merupakan produk lokal primadona masyarakat setempat.

Bupati menyebut, masyarakat adalah alasan untuk dirinya terus berbuat baik. Karena semakin banyak kebaikan yang dilakukan maka tantangannya pula akan semakin besar.

“Semuanya bagus-bagus. Produk lokal serta kulinernya ini perlu ditingkatkan agar bisa dipromosikan keluar daerah sehingga tahun-tahun akan datang lebih banyak wisatawan yang berkunjung kesini. imbuhnya.

Baca Juga :  ‎Menkes RI Kunjungi RSUD Daud Arif Kuala Tungkal Terkait Kasus Meninggalnya Seorang Dokter

Kendati, masyarakat sangat mendukung terlaksananya iven Festival Pesona Meti Kei (FPMK), maka sebagai rasa terima kasih Hanubun bersedia membeli produk lokal warga untuk dibawa pulang ke rumah.

“Ini juga merupakan salah satu ikan andalan masyarakat Faan. Cukup besar dan hanya bisa ada ketika dilakukan adat atau Hair Yot baru bisa didapat, jadi kalau mau dapat ikan seperti ini datang pada setiap kali pelaksanaan Meti Kei tepatnya di Desa Faan karena ikan ini jarang ditemukan di daerah lain hanya ada di Desa Faan, Kabupaten Maluku Tenggara.” imbuhnya sambil memegang seekor ikan berukuran besar ditangannya.

Baca Juga :  Kajati Sulsel Jadi Pembicara Kegiatan Sosialisasi Hukum di PT PLN

Usai berbelanja, dilanjutkan dengan sesi pentas seni dan budaya dengan penampilan tarian kontemporer yang merupakan kolaborasi antara wandan kultur dan pelajar Faan, serta ditutup dengan doa.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Keunggulan akademik bukan lagi satu-satunya tolok ukur dalam menentukan prestasi sebuah sekolah. Lembaga pendidikan kini juga semakin diakui atas dampak positif yang mampu mereka hadirkan bagi masyarakat dan lingkungan. Perhatian…