Sementara Kapolda Sumut melalui Kabid Humas Kombes Hadi Wahyudi mengaku polisi masih bekerja dalam menuntaskan laporan perampasan kendaraan bermotor dan penganiayaan oleh terduga puluhan anggota Geng Motor itu.
Tak banyak yang dipaparkan Perwira berpangkat 3 melati ini. Merespon konfirmasi wartawan, Jumat (24/11/2023) Polisi ramah ini hanya mengatakan, polisi terus bekerja dan berharap doa masyarakat atas penuntasan kasus itu. “Polisi terus bekerja, mohon Doanya,” balasnya di laman Whats App nya menjawab wartawan.
DINILAI LAMBAN
Menanggapi lambannya polisi menangkap seluruh terduga pelaku perampasan Motor Scoopy BK 3183 AJU dan penganiayaan 4 remaja hingga luka parah yang dilakukan puluhan terduga pelaku ini amat disayangkan aktivis Kota Medan.
Pengurus LP3 R Gultom SH pada wartawan, Jumat (24/11/2023) menuding, kurangnya sinerji dan penataan kerjasama perangkat di Polrestabes antara Satuan Reskrim dan Satuan lainnya di Polrestabes Medan di bawah kepemimpinan Kombes Valentino Alfa Tatareda mengakibatkan peristiwa hukum ini lamban tuntas.
R Gultom SH mencontohkan, jika peran Satuan Intel, Satuan Samapta dan personil Bhabinkamtibmas mampu bersinerji ditambah polsek-polsek setempat bisa diajak kerjasama pengungkapan perkara pidana yang meresahkan masyarakat ini, dipastikan semua terduga pelaku akan terciduk dan perlahan efek jera akan dirasakan para sindikat itu.
“Kejahatan jalanan baik Geng Motor, Begal atau apapun sebutannya amat meresahkan. Di kasus Jalan Cemara Medan 2 tersangka sudah ditangkap. Ada video petunjuk siapa saja terduga pelaku. Kok lamban tersangka lain ditangkap. Saya duga pola kerjasama antar satuan di Polrestabes Medan kurang berjalan. Disini peran Kapolrestabes dalam memanejemen ini,” saran Aktivis dikenal vokal ini.
Dia juga menghimbau, keluarga korban menyampaikan ke Polisi dan Jaksa yang akan memproses para tersangka yang sudah ditahan untuk memasukkan Retritusi dalam dakwaan dan tuntutan hukum di Pengadilan Anak yang akan segera digelar mendatang.














