Scroll untuk baca artikel
News

Diduga Korupsi Dana Desa, GMDS Tuntut Penjarakan Kades Tanjung Garbus Satu dan Copot Kadis PMD Deli Serdang

616
×

Diduga Korupsi Dana Desa, GMDS Tuntut Penjarakan Kades Tanjung Garbus Satu dan Copot Kadis PMD Deli Serdang

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Lubuk Pakam – Aksi unjuk rasa yang digelar Gerakan Mahasiswa Deli Serdang (GMDS) pada Selasa (29/04) berlangsung ricuh. Saling dorong antara massa dan Satpol PP tak terelakkan saat mahasiswa memaksa masuk ke Kantor Bupati Deli Serdang.

Aksi ini merupakan bentuk desakan keras agar aparat penegak hukum segera menahan Kepala Desa Tanjung Garbus Satu, Basuki Rebo, dan mencopot Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Deli Serdang, yang dinilai lalai dalam menjalankan fungsi pengawasan.

Dalam orasinya, Koordinator Aksi GMDS, Dodi, menyampaikan bahwa Basuki Rebo diduga kuat telah menyalahgunakan Dana Desa tahun anggaran 2023 untuk kepentingan pribadi. Salah satunya penggunaan ambulans desa secara ilegal hingga menyebabkan kecelakaan, namun hingga kini keberadaan ambulans tersebut tidak jelas, seolah hilang ditelan bumi.

Baca Juga :  Tanpa Efek Jera, Masih Saja Ditemukan Aksi Penyalahgunaan BBM Bersubsidi Jenis Solar di SPBU 44.573.05 Sunggingan, Indikasi Bekerjasama Dengan Mandor SPBU

“Bupati Deli Serdang harus segera mencopot kepala desa ini, dan Kejari jangan diam. Kami menuntut agar Basuki Rebo segera ditahan atas dugaan korupsi berjemaah. Kadis PMD pun harus dicopot karena terbukti gagal mengawasi. Ini bukan kelalaian biasa, tapi bentuk nyata pengkhianatan terhadap amanah rakyat,” tegas Dodi selaku koordinator Aksi.k

GMDS juga mengungkap adanya kejanggalan dalam Rencana Anggaran Belanja (RAB) Desa Tanjung Garbus Satu. Menurut mereka, terdapat sejumlah kegiatan yang dianggarkan dengan nilai fantastis namun tidak memiliki hasil nyata di lapangan. Mahasiswa mencurigai bahwa dokumen RAB sengaja dimanipulasi untuk menutupi praktik-praktik korupsi.

Baca Juga :  Diduga Pegawai Kejari Nias Selatan Larang Wartawan Ambil Foto Proyek Pembangunan Rumdis Pengadilan Negeri Gunung Sitoli di Telukdalam

“Kami menemukan banyak kejanggalan. Anggaran pembangunan fasilitas kesehatan dan pembinaan PKK nilainya sangat tidak masuk akal, dan kenyataannya nihil di lapangan. Ini jelas skenario korupsi yang terstruktur dan sistematis,” kata Dodi lantang.

Ia melanjutkan, “Laporan keuangan desa diduga fiktif. Ini perampokan uang negara secara terang-terangan, tapi penegak hukum masih diam membisu. Ke mana hati nurani mereka?”

Selain mendesak tindakan terhadap Kades, GMDS juga meminta Kejaksaan Negeri Deli Serdang segera melakukan audit menyeluruh terhadap laporan keuangan Desa Tanjung Garbus Satu dan menyelidiki indikasi penyalahgunaan jabatan.

“Kami minta Kejari bertindak cepat untuk mencegah penghilangan barang bukti atau upaya melarikan diri. Ini persoalan serius, bukan main-main,” tambah Dodi.

Baca Juga :  Reses di Pancur Batu, Kiki Handoko Sembiring Rekrut Kader Gerindra dan Sosialisasikan Program Prabowo

Di akhir aksi, massa GMDS menegaskan tidak akan berhenti menuntut keadilan. “Kalau pemerintah dan aparat hukum terus diam, kami akan datang dengan massa yang lebih besar. Perlawanan ini akan terus kami kobarkan sampai para pelaku korupsi dihukum seberat-beratnya,” seru Dodi sebelum membubarkan massa dengan tertib usai perwakilan mereka diterima oleh pihak Pemkab Deli Serdang.

Setelah menyampaikan aspirasi di Kantor Bupati, massa GMDS melanjutkan aksinya menuju Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Deli Serdang. Di sana, mereka disambut baik oleh perwakilan pihak kejaksaan yang menerima pernyataan sikap serta berjanji akan menindaklanjuti laporan dan tuntutan mahasiswa terkait dugaan korupsi Dana Desa Tanjung Garbus Satu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *