Scroll untuk baca artikel
News

Fitnah Keji yang Dituduhkan Wartawati, Jurnalis Guntur Tempuh Jalur Hukum

1257
×

Fitnah Keji yang Dituduhkan Wartawati, Jurnalis Guntur Tempuh Jalur Hukum

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Salatiga – Pemimpin Redaksi media online, Guntur Sri Hartono, bersiap mengambil langkah hukum terkait tuduhan pencemaran nama baik yang dilontarkan oleh wartawati berinisial R.

Muhtar SH dari Lembaga Bantuan Hukum Barometer selaku Kuasa Hukum Guntur menyatakan bahwa kliennya menjadi korban fitnah, dan mereka akan menyusun langkah hukum jika tidak ada itikad baik dari pihak R yang mencetuskan tuduhan tersebut.

“Klien kami, Guntur Sri Hartono dituding suka main slot dan menggunakan sabu (narkoba- redaa) dalam unggahan video beberapa media online dan kanal youtube,” ungkapnya, Minggu (12/11/2023) malam.

Baca Juga :  Berlagak Eksekutor Pengadilan, Korban Pengusiran Paksa di Rumdis PTPN II Lapor Polisi, Korban Alami Kerugian Puluhan Juta

Muhtar menegaskan bahwa video tersebut patut diduga melanggar Kode Etik Jurnalistik karena tidak berdasarkan informasi akurat, tidak profesional, dan berisi informasi bohong atau fitnah.

Muhtar juga akan berkoordinasi dengan Dewan Pers sebelum melaporkan R dan media online yang menyebarkan video tersebut ke aparat penegak hukum.

Sementara sampai berita ini diturunkan, R, ketika dikonfirmasi melalui whatsApp , belum memberikan tanggapan terkait dugaan perkataan fitnah dalam unggahan videonya dan centang satu terlihat diaplikasi whatsappnya.

Baca Juga :  Ingin Jadi Atlet? Ini 3 Hal yang Wajib Kamu Miliki

Dikonfirmasi Warsito, istananegara.co.id, R tidak memberikan penjelasan terkait tuduhan itu dan ia mengatakan tidak pernah melihat Guntur memegang, memakai dan menyimpan sabu.”Jadi jelas, R mengada-ada dan ini fitnah terhadap Guntur yang ia katakan di Kantor Kodim,” tegas Warsito

Dijelaskan Muhtar, unggahan video tersebut merupakan kelanjutan dari pemberitaan sebelumnya tentang dugaan peredaran BBM bersubsidi jenis solar secara ilegal di Kota Salatiga. Klien kami mengalami penganiayaan oleh oknum aparat setelah menulis berita tersebut dan sempat menjalani perawatan di RSUD Kota Salatiga.

Baca Juga :  FKSM Sumut Minta Usut Dugaan TBS Sitaan Kejati Sumut 130 Miliar Lebih Jebol, BKSDA Sumut Ngaku Tak Pernah Lapor APH

“Seperti disampaikan klien kami, peristiwa dugaan kekerasan itu karena korban diminta untuk takedown (hapus berita- red) yang ia tulis,”terangnya.

Muhtar mengecam tindakan kekerasan terhadap jurnalis. Ia menyebut itu sebagai tindakan kriminal. “Kekerasan terhadap siapapun merupakan tindakan kriminal, apalagi terhadap jurnalis. Maka saya mengecam keras penganiayaan tersebut,”pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Lensa Mata Medan – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengingatkan Duta Generasi Berencana (GenRe) Kota Medan agar tidak cepat puas hanya dengan gelar dan penampilan semata. Duta…

News

Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI), dan pemanfaatan data telah menjadi faktor utama dalam mendorong transformasi berbagai sektor industri di seluruh dunia. Menjawab tantangan tersebut, BINUS Online…

News

BINUS University resmi meluncurkan Global Trade Management (GTM), program studi baru di bawah BINUS Business School Undergraduate Program, pada Rabu (16/9) di Multimedia Gallery, BINUS @Bekasi. Peluncuran ini menandai satu dasawarsa…