Scroll untuk baca artikel

NewsPeristiwa

Gempar! Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Depan Alfamart di Semarang Barat

1621
×

Gempar! Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Depan Alfamart di Semarang Barat

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Semarang – Warga Semarang Barat dihebohkan dengan penemuan seorang pria tak bernyawa di depan Alfamart, Rabu (29/11/2023) pada pukul 09.30 WIB.

Lokasi kejadian itu berada di depan toko minimarket Alfamart, No.21 Jalan Abdulrahman Saleh Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang.Korban ditemukan meninggal dalam kondisi terduduk di kursi depan Alfamart tersebut.

Pria ini ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa. Sementara itu, seorang saksi mengungkapkan jika sempat melihat korban dalam kondisi masih sadar.

Baca Juga :  Bupati Pesisir Barat Hadiri Rapat Paripurna Dengan Agenda Penyampaian Nota Pengantar Atas Ranperda Tentang LPJ Pelaksanaan APBD Tahun 2023

Saksi yang mengambil uang di ATM depan Alfamart ini menyebut jika korban dalam kondisi baik-baik saja sekitar pukul 08.30 WIB. Satu jam setelahnya, rupanya korban sudah dalam kondisi tak bernyawa. Warga sempat mengira korban hanya tidur atau pingsan.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Gelar MKKS Tingkat SMP Se-Kabupaten Maluku Tenggara

Pria tersebut terlihat mengenakan kaus abu-abu dan celana panjang hitam. Ia juga mengenakan sebuah sendal warna hitam. Tampak pria tersebut duduk dalam kondisi tak sadar dengan kepala mendongak.

Baca Juga :  Kegiatan Reses Anggota Komisi III DPR RI Polres Pakpak Bharat di Kunjungi DR. Hinca Panjaitan

Diketahui, identitas korban bernama Rendy Resky Prayitno, warga Jalan Sri Rejeki Dalam VI RT 04 RW 05, Kalibanteng Kidul, Semarang Barat, Kota Semarang.

Hingga berita ini ditulis, masih belum diketahui penyebab tewasnya pria ini secara mendadak. Dugaan sementara, korban mengalami angin duduk atau serangan jantung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

India dan Indonesia dipisahkan oleh Samudra Hindia, tetapi dipersatukan oleh sejarah, budaya, perdagangan, dan nilai-nilai yang sama. Hubungan kedua negara tidak pernah semata-mata dibangun melalui perdagangan atau perjanjian diplomatik, melainkan…