Scroll untuk baca artikel

News

Kejagung Amankan Seorang Buronan Kasus Penggelapan di Sumut

726
×

Kejagung Amankan Seorang Buronan Kasus Penggelapan di Sumut

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Jakarta – Tim Satgas Intelijen Reformasi dan Inovasi (SIRI) Kejaksaan Agung berhasil mengamankan buronan di Jl. Irian, Tanjung Morawa, Sumatera Utara yang masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) asal Kejaksaan Tinggi Jawa Barat berdasarkan permohonan dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat perihal pengamanan terdakwa, Senin (20/1/2025).

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Dr. Harli Siregar, SH, M.Hum menyampaikan pada press rilisnya bahwa buronan tersebut bernama Anton Selwa Ras yang terbukti bersalah atas kasus penggelapan berdasarkan putusan pengadilan.

Baca Juga :  JPU Kejati Sumut dan Oditur Otmilti I Medan Bacakan Dakwaan Terhadap Terdakwa Dugaan Korupsi Eradikasi di PT PSU

“Berdasarkan Putusan Pengadilan Nomor: 256/Pid.B/2017/PN.Cbd menyatakan bahwa Terdakwa Anton Selwa Ras telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan. Oleh karenanya, yang bersangkutan dijatuhi pidana penjara selama 3 (tiga) tahun,” ujar Harli Siregar.

Baca Juga :  Ribuan Masyarakat Lahat Hadiri Pengajian Akbar & Doa Bersama

Lanjut Harli, Anton Selwa Ras tak melakukan perlawanan saat diamankan Tim SIRI dari Kejagung.

“Saat diamankan, Terpidana bersikap kooperatif, sehingga proses pengamanan berjalan dengan lancar. Saat ini, Terpidana dibawa ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk dilakukan serah terima kepada Jaksa Eksekutor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan Kejaksaan Negeri Cibadak,” tutup Harli.

Baca Juga :  Prabowo Mania 08 Langkat Bangun Kantor Sekretariat, Siap Dukung Program Pemerintah

Jaksa Agung meminta jajarannya untuk memonitor dan segera menangkap buronan yang masih berkeliaran, guna dilakukan eksekusi demi kepastian hukum.

Jaksa Agung mengimbau kepada seluruh buronan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan RI, untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat bersembunyi yang aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *