Lensa Mata Nias – Bangunan Balai Pelatihan desa di Hilibadalu Kecamatan Sogaeadu Kabupaten Nias Provinsi Sumatera Utara yang disebut-sebut menelan anggaran lebih dari Rp 1,6 miliar lebih hingga kini belum difungsikan. Padahal, proyek tersebut telah rampung sejak tahun 2019.
Pantauan wartawan, Jumat (07/11/2025) bahwa bangunan megah yang berdiri kokoh di Desa Hilibadalu itu tampak tertutup dan tidak digunakan untuk aktivitas pemerintahan desa maupun masyarakat. Warga menyebut bangunan itu mirip istana Presiden karena bentuk dan ukurannya yang megah.
Salah seorang warga bermarga Lombu mengatakan, pembangunan balai tersebut dimulai pada tahun 2018 dan selesai pada 2019. Namun proyek itu sempat bermasalah dan sudah diaudit oleh Inspektorat Kabupaten Nias.
“Setahu kami, tahun 2020 masalahnya sudah diselesaikan. Lalu tahun 2023 sempat ada kegiatan pemeliharaan, tapi sampai sekarang gedungnya tidak pernah difungsikan,” ujar warga kepada wartawan.
Masyarakat berharap agar balai pertemuan tersebut segera difungsikan sesuai tujuan awal pembangunannya.
“Kami cuma berharap balai pertemuan ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan warga. Sayang bangunan semegah ini dibiarkan kosong begitu saja,” pungkas marga Lombu tersebut.
Berdasarkan dta data yang dimiliki Lensamata.id bahwa anggaran pembangunan tersebut direalisasikan pada Dana Desa Soagaeadu TA 2018 dengan rincian sbb:
Uraian Kegiatan:
Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Balai Desa/Balai Kemasyarakatan.
Volume Kegiatan:
1 UNIT.
Uraian Output Kegiatan:
Gedung Balai Desa/Balai Kemasyarakatan .
Keterangan:
Pembangunan dan pemeliharaan balai pelatihan.
Realisasi:
Rp 1.309.307.176,-
Selanjutnya pada TA 2019 berikutnya, kegiatan yang sama telah direalisasikan kembali dengan anggaran Rp 341.050.450,-
Kepala Desa Hilibadalu, Kristian Lombu, saat dimintai tanggapannya melalui WhatsAppnya pada Jumat (07/11/2025) sekira pukul 09.10 WIB belum menanggapi konfirmasi Wartawan hingga berita ini tayang.










