Dikatakan Hisar Siregar, Martabe atau singkatan Marsipature Hutanabe memiiki arti mari benahi kampung halaman masing masing.
Pendiri Martabe adalah Letnan Jendral Purnawirawan TNI AD Raja Inal Siregar. Martabe merupakan istilah yang populer sejak tahun 1986. Kata Martabe dipopulerkan oleh Gubernur Sumatera Utara Raja Inal Siregar dengan melembagakan menjadi gerakan pembangunan desa terpadu Marsipature hutanabe.
Asal mula istilah Martabe ini berasal dari seminar kebudayaan Batak dengan topik Inisiasi Pembangunan Indonesia di Bandung pada bulan Desember 1986 yang disponsori oleh Panglima Divisi Siliwangi Mayor Jendral Raja Inal Siregar.
“Luar biasa, saya selaku kaum muda merasa termotivasi. Setelah menjabat Gubernur Sumatera Utara tahun 1988 hingga tahun 1998 Raja Inal Siregar menggaungkan Martabe dan di masa itu istilah Martabe sudah sangat populer di kalangan masyarakat Sumatera Utara,” ujarnya
Martabe ini merupakan bagian dari proses demokrasi di masa lalu .Dengan Martabe kekuatan solidaritas didorong untuk bangkit dan mendorong sinergitas gerak pembangunan diantara sesama komunitas masyarakat dengan tuan rumah pemerintah (Gubernur).
Martabe Indonesia Maju Sumatera Utara akan berkontribusi pada pembangunan desa dengan kearifan lokal yang berlaku pada desa dengan kategori tertinggal, terjauh dan terbelakang.
“Masih banyak desa tertinggal dan terbelakang di Sumatera Utara. Saya meminta kepada seluruh masyarakat Sumatera Utara untuk bersama menggalakkan pembangunan,” tutup Hisar Siregar.







