Lensa Mata Subulussalam – Sungai Lae Souraya kembali menggenangi pemukiman warga di pinggiran sungai dan sekolah. Beberapa minggu sebelumnya sungai sudah surut, namun menjelang pertengahan bulan 12 ini kembali naik, Senin (18/12/2023).
Aktivitas masyarakat dan belajar di sekolah terhenti akibat tingginya curah hujan sungai Lae Souraya yang menggenangi pemukiman dan sekolah.
“Yang paling parah di bulan 12 ini lah sudah 3 kali naik turun,dan malam ini bertambah lagi sampe 30 cm membuat kegiatan kami lumpuh total,” tutur Rajab Pinem warga Siperkas.
Masyarakat Desa Siperkas sekarang sudah kesusahan menjual hasil panen sawit, harus menggunakan transportasi robin, dikarenakan mobil pengangkut sawit tidak bisa lagi melintas ke desa siperkas.
Selanjutnya kata Rajab, “yang paling miris sekali kegiatan belajar anak-anak lumpuh total,” tutur Rajab.














