Scroll untuk baca artikel

News

Kastel Kejari Batubara Enggan Jawab Konfirmasi Wartawan Terkait Laporan Dugaan Korupsi Yang Hampir 1 Tahun

1130
×

Kastel Kejari Batubara Enggan Jawab Konfirmasi Wartawan Terkait Laporan Dugaan Korupsi Yang Hampir 1 Tahun

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Medan – Kasi Intelijen Kejari Batubara Doni Harahap enggan menjawab konfirmasi wartawan lensamata.id terkait perkembangan laporan dugaan korupsi di Dinas Pendidikan Batubara TA 2020-2021 yang hampir genap 1 tahun.

Saat dikonfirmasi pada hari Kamis (18/7) melalui pesan whatsappnya, Kasi Intel Kejari Batubara Doni Harahap enggan memberikan jawaban atas laporan tersebut dan menyarankan langsung ke pimpinan.

“Lgsg aja ke pimpinan biar satu sumber informasinya, Pimpinan kejari batu bara,” ujarnya melalui pesan whatsapp.

Baca Juga :  Kejagung Kembali Menahan Tersangka Baru Perkara Koneksitas Tipikor Kredit BRIguna

Ditanyai soal konfirmasi tidak ke bidang Intelijen lagi dan harus ke Kajari Batubara, Doni mengatakan hal tersebut sesuai arahan Kajari.

“Trkait hal nihh dr awal teman2 media lgsg konfirmasinya ke beliau, Makanya disampaikan biar satu sumber informasi konfirmasi lgsg ke beliau. Hal trsebut jg sesuai arahan beliau,” tulisnya pada pesan whatsapp.

Baca Juga :  Rugikan Negara Rp 32,7 M, Kejati Sumut Tahan Mantan Bupati Samosir

Dikarenakan tidak ada nomor kontak Kajari, Doni mengarahkan untuk datang langsung ke kantor Kejari Batubara. Sementara posisi wartawan lensamata.id berada di Medan.

“Makanya dtg lha kektr lgsg utk perkenalan, Tohh kwn2 media di batu bara jg melakukan hal yh sama,” tuturnya.

Karena jarak yang cukup jauh, wartawan mencoba meminta ijin kepada Kasi Intelijen Kejari Batubara Doni Harahap untuk mengirimkan nomor kontak Kajari namun beralasan tidak sembarangan mengirim kontak Kajari.

Baca Juga :  Sekda Pakpak Bharat Hadiri Acara Sinode Sinunu ke XI Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi

“Scara etika ak gak sembarangan kasi nmr kontak beliau trkecuali uda pernah jumpa atau kenal sbelumnya makanya kami undang utk hadir diktr sembari brkenalan,” tutupnya.

Secara etika memang seperti itu, namun mengapa harus mengatakan langsung konfirmasi ke Kajari. Padahal Doni mengarahkan untuk langsung konfirmasi ke Kajari, mengapa dipersulit untuk mendapatkan informasi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *