Lensa Mata Tanjab Barat – Ditemukan adanya kejanggalan dari rencana anggaran 2024 Tanjab Barat Tahun mendatang. Perusahaan perencanaan harus melalui tim-tim sukses Bupati Tanjab Barat nyatanya anggaran perencanaan 2024 diduga sudah dimonopoli kan oleh orang-orang terdekat Bupati Tanjab Barat.
Lebih lanjut, narasumber yang enggak mau disebutkan jati dirinya, mengungkapkan bahwa dugaan monopoli dilakukan oleh oknum tim maupun yang melibatkan istana/rumah dinas Bupati Tanjab Barat.
Menanggapi hal itu, Ketua LSM Petisi dan LSM JPK Tanjab Barat Saripudi AR dan Rahmat menegaskan terkait adanya informasi tersebut siap mengawal hingga ke tahap pelaporan secara resmi ke Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Barat.
“Ini kan soal dugaan monopoli, dan tentunya harus dikawal bila perlu saya akan mengarahkan anggota saya untuk mengecek seperti apa proyek pekerjan (Rencana) dikerjakan oleh kontraktor Konsultan tersebut, bila perlu oknum kontraktor lainnya yang diduga melakukan hal yang sama, untuk dilaporkan secara resmi ke pihak APH,” tegasnya, Selasa (12/12/2023).
Menurut keterangan dari seseorang berinisial P, dengan sistem pembagian paket Rencana 2024 atau Penunjukan Langsung yang tidak memberikan fee dasar serta aturan dari pada tim maupun pejabat daerah diduga memonopoli Proyek Rencana APBD murni 2024 Tanjab Bara. Rekanan Konsultan sehingga tentu tahu yang tidak memiliki relasi atau jaringan dari pejabat pemerintah daerah setempat maupun tim istana Tanjab Barat sulit untuk mendapatkan pekerjaan.
Seperti di seluruh Intansi Tanjab Barat tidak bisa memberikan penjelasan kepada awak media dikarenakan ini sudah Diduga dimonopoli kan paket proyek rencana anggaran 2024. Pemerintah daerah diduga sudah menentukan pemenang tender proyek yang direncanakan oleh tim-tim dan Pejabat setempat maupun dari tim pemenangan Bupati Tanjab Barat.
Sementara, berita ini diterbitkan berinisial (M) belum siap memberikan keterangan resmi. Namun, upaya konfirmasi beberapa kali dilakukan awak media melalui pesan singkat Whatsapp pribadinya. Sampai saat ini belum ada penjelasan
Harusnya ini tidak boleh terus dibiarkan, Pemkab Tanjab Barat harus cermat dalam menyikapi persoalan tudingan monopoli proyek pekerjaan rencana APBD murni 2024 mendatang ini.














