Scroll untuk baca artikel
News

Wamendagri Buka Rakernas Apeksi XVIII

169
×

Wamendagri Buka Rakernas Apeksi XVIII

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Medan – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak seluruh kepala daerah yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) menjadikan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII APEKSI sebagai momentum melahirkan langkah nyata dalam memperkuat pembangunan kota, bukan sekadar menghasilkan rekomendasi di atas kertas.

Dorongan tersebut disampaikan Rico Waas dalam pembukaan Rakernas XVIII APEKSI yang secara resmi dibuka Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto di Grand City Hall Medan, Rabu (1/7/2026) malam.

Baca Juga :  Sambut HBP, Rutan I Medan Ikuti Pembukaan Rangkaian Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke-60

Mengawali sambutannya, Rico Waas menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta Rakernas di Kota Medan. Ia mengaku bangga dan merasa terhormat karena Medan dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan para wali kota se-Indonesia.

“Selamat datang di Kota Medan. Kami, Pemerintah Kota Medan, benar-benar merasa terhormat Bapak dan Ibu sekalian bisa hadir di Kota Medan. Kami ingin menjamu Bapak dan Ibu sebagai tuan rumah yang baik,” ujarnya.

Baca Juga :  Kejati Sumut Kembali Hentikan Penuntutan 4 Perkara Dengan Cara Humanis

Ia menegaskan hasil diskusi tidak boleh berhenti sebagai dokumen atau rekomendasi semata.

“Kami berharap jangan sampai forum ini berakhir di atas kertas atau hanya menjadi wacana. Komitmen yang dibangun harus menjadi aksi nyata dan diimplementasikan di kota masing-masing agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengatakan, setiap kepala daerah memiliki ujian yang berbeda pada masa kepemimpinannya, mulai dari pandemi, bencana, penyesuaian fiskal, hingga dinamika media sosial.

Baca Juga :  LP3 Minta Copot Pejabat di PT KIM Persero Karena Dugaan Pencemaran Berulang, Intip LHKPN Pejabat PT KIM Persero

Menurutnya, kepala daerah saat ini menghadapi sedikitnya empat tantangan utama, yakni dinamika geopolitik global, pengawalan kebijakan strategis nasional, pemenuhan janji kampanye, serta perkembangan algoritma media sosial yang turut memengaruhi persepsi publik terhadap kinerja pemerintah.

“Solusi atas berbagai tantangan itu sesungguhnya ada di daerah. Praktik-praktik terbaik ada di lingkungan kawan-kawan kita sendiri,” ujar Bima.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

Panduan lengkap cara top up Honor of Kings (HoK) dengan aman dan cepat. Cek Game ID, metode QRIS, e-wallet, pulsa, tips hemat, troubleshooting, dan FAQ untuk pemain Indonesia. Honor of…