Scroll untuk baca artikel

Hukum & Kriminal

Oknum Ormas Terkena OTT di Rejang Lebong, Diduga Lakukan Pemerasan Terhadap Kepala Desa

1105
×

Oknum Ormas Terkena OTT di Rejang Lebong, Diduga Lakukan Pemerasan Terhadap Kepala Desa

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Rejang Lebong – Tim Polsek Padang Ulak Tanding (PUT) berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap seorang anggota organisasi masyarakat (ormas) berinisial HR, Rabu (15/1/2024).

HR yang berdomisili di wilayah Lembak, diduga telah meresahkan sejumlah kepala desa dengan aksi pemerasannya.

Dalam OTT tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp3 juta yang diduga hasil pemerasan terhadap salah satu kepala desa. Setelah diamankan, HR langsung dibawa ke Polres Rejang Lebong untuk menjalani proses penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga :  Kapolres Rejang Lebong Tinjau Lokasi Banjir Serta Berikan Bantuan Kepada Korban Terdampak

Menurut informasi yang dihimpun oleh tim jurnalis lensamata.id, ini bukan kali pertama HR terlibat dalam kasus serupa. Sebelumnya, ia juga pernah terjerat kasus pemerasan dengan modus yang sama. Setelah penangkapan awal, polisi kembali menjemput HR di kediamannya untuk melengkapi proses penyelidikan.

Baca Juga :  Berkas Perkara Lengkap, Pelaku Pencabulan Terhadap Anak Kandung di Limpahkan ke Kejaksaan

Hingga pagi ini, status hukum HR belum jelas. Tim penyidik Polres Rejang Lebong masih terus melakukan pemeriksaan intensif hingga pukul 03.00 WIB dini hari. Surat Penetapan (SP) sebagai tersangka belum dikeluarkan karena penyelidikan belum selesai.

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat sekitar, mengingat tindakan yang diduga dilakukan HR telah menciptakan keresahan di kalangan kepala desa di wilayah tersebut. Pihak kepolisian diharapkan dapat segera memberikan kepastian hukum terkait status HR dan mengungkapkan hasil penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga :  Tiga Oknum Wartawan di OTT Polres Pesisir Barat, Joni : Ini Jebakan Batman!!!

Kapolsek PUT maupun pihak Polres Rejang Lebong belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus ini. Namun, masyarakat berharap agar kasus tersebut diusut tuntas demi memberikan efek jera kepada pelaku dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah Rejang Lebong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *