Lensa Mata Subulussalam – Masyarakat Desa Lae Langge resah dengan ulah sifat Kepala Desa Lae Langge yang tidak transparan dengan anggaran Dana Desa, Selasa (5/12/2023).
Belum genap satu tahun menjabat kepala desa, masyarakat sudah resah akibat ulah Kepala Desa dan isitrinya. Pasalnya Kepala Desa tidak transparan dengan penggunaan anggaran Dana Desa.
Menurut keterangan tokoh masyarakat Lae Langge, banyak ketimpangan terkait penggunaan anggaran Dana Desa.
“Banyak ketimpangan salah satunya kegiatan penyucian paret yang kami tidak tau berapa pagu anggarannya, saat musyawarah kami pertanyakan Kepala Desa tidak bisa menjawab berapa pagu nggarannya,” pungkasnya.
“Diharapkan kepada APH yang ada dikota Subulussalam segera periksa anggaran Desa Lae Langge Tahun 2022/2023, agar Kepala Desa tidak semena mena dan tau aturan menggunakan Dana Desa,” lanjutnya.
“Dan banyak lagi seperti pengadaan barang barang pkk yang tidak mengikuti harga satuan kota subulussalamsehingga tarjadi mark-aup anggaran,” tutur tokoh masyarakat yang tidak mau kami publikasikan namanya.
Dan di hari yang sama juga pemerhati Desa Lae Langge yang enggan disebut namanya melalui via telepon menyampaikan kepada lensamata.id “masalah kegiatan perbelanjaan PKK Desa Lae Langge semuanya dikelola istri kepala desa, tidak mau melibatkan anggota PKK yang lain, membuat hargapun sesuka hati tidak mengikuti harga satuan kota Subulussalam, dan uang 15 juta pun raib untuk belanja kegiatan PKK.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon maupun Whatsapp di nomor 0852xxxx7035 pada Senin (04/12/2023), Kepala Desa Lae Langge tidak merespon dan membalas sampai berita ini diterbitkan.












