Scroll untuk baca artikel
Hukum & Kriminal

Diduga Melakukan Pemerasan Investasi, Kejati Bali OTT Oknum Bendesa Adat

1077
×

Diduga Melakukan Pemerasan Investasi, Kejati Bali OTT Oknum Bendesa Adat

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Bali – Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Bali melakukan kegiatan tangkap tangan terhadap KR dan mengamankan AN (seorang pengusaha) serta 2 orang lainnya yang bersama pelaku di Resto Cassa Eatry Jl. Raya Puputan Nomor 178 Renon Denpasar Timur Kota Denpasar Provinsi Bali, Kamis (2/5/2024).

“Mereka diamankan diduga telah
melakukan pemerasan yang dilakukan oleh KR kepada AN terkait investasi yang akan dilakukan oleh AN didaerah Desa Adat Berawa, KR adalah pejabat Bendesa Adat Berawa Kabupaten Badung,” ucap Kasi Penkum Kejati Bali Putu Agus Eka Sabana P, SH, MH.

“Salah satu syarat proses investasi yang dilakukan oleh AN harus mendapatkan persetujuan dan tanda tangan dari KR agar proses transaksi investasi dapat diproses lebih lanjut, oleh karena itu KR meminta uang kepada AN sebesar Rp.10.000.000.000,- (sepuluh milyar rupiah) sebagai syarat agar proses transaksi disetujui oleh KR, yang kemudian pada bulan Maret AN menyerahkan uang sebesar Rp.50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) kepada KR di starbuck Café daerah Kuta, selanjutnya penyerahan kedua sebesar Rp.100.000.000,- (seratus juta rupiah) hari ini,” sambungnya.

Baca Juga :  Polda Sumut Limpahkan Berkas Perkara Ninawati ke Kejati Sumut

“Pertemuan AN dengan KR tersebut merupakan penyerahan sejumlah uang yang merupakan bagian dari permintaan KR kepada AN. Barang bukti yang diamankan Bundelan kresek Kantong warna kuning berisi amplop yang didalmnya terdapat uang sebesar Rp.100.000.000, kendaraan Toyota Fortuner dan 2 unit HP,” tutupnya.

Baca Juga :  Tekab 308 Presisi Polres Pesisir Barat Bekuk Pelaku Pencurian Mesin Pemotong Rumput

Dalam hal ini, Kejaksaan Tinggi Bali mengambil langkah2 tegas terhadap pelaku untuk menjaga iklim investasi baik investor diluar dan dalam negeri di Bali merasa nyaman dan sehat, menjaga nama baik Bali dimata investor diluar negeri dan menjaga Marwah desa adat di Bali agar tidak disalahgunakan oleh oknum untuk kepentingan Pribadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *