Scroll untuk baca artikel

Hukum & Kriminal

Lansia Ini Merasa Dirugikan, PH Terlapor Prihatin dan Harapkan Ini kepada Polres Nisel

5279
×

Lansia Ini Merasa Dirugikan, PH Terlapor Prihatin dan Harapkan Ini kepada Polres Nisel

Sebarkan artikel ini

Lensa Mata Nias Selatan – Penasehat Hukum (PH) terlapor mempertanyakan proses hukum terhadap terlapor bernama Tabearo Ndruru (L) berusia 60 Tahun di Polres Nias Selatan, warga Desa Hilitotae Kecamatan Aramo atas tuduhan kepada terlapor yang diduga melakukan pengancaman, Sumut, Sabtu, (16/12/2023) lalu.

Dihari yang sama, saat dikonfirmasi dengan PH terlapor, Sokhiso Ndraha, S.H., menyampaikan bahwa kasus yang dituduhkan terhadap kliennya (Terlapor) adalah dugaan pengancaman dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/4/I/2023/SPKT/POLRES NIAS SELATAN/POLDA SUMATERA UTARA tanggal 03 Januari 2023 pelapor a.n. YESTIN SIWANAHONO.

Menurut Sokhiso Ndraha, S.H., bahwa perkara tersebut sebenarnya telah melewati batas waktu penyidikan yang telah ditentukan sesuai dengan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga :  Kejati Sumut Hentikan Penuntutan Perkara Penadahan Dengan Restorative Justice

“Sebenarnya kasus ini sudah lama, sudah hampir satu tahun dari bulan Januari 2023 sampai bulan Desember ini, penanganan kasusnya sebenarnya itukan sudah sangat lama, kalau menurut saya sebagai PH, kasus yang ribet itu adalah penanganannya paling lama 90 hari, dan kasus ringan itu adalah 60 hari, sementara tergolong kasus ringan dan ini sudah melampaui batas,” terang Sokhiso Ndraha.

Baca Juga :  Antisipasi Nataru, Polres Nias Selatan Tegaskan Hal Ini
Ketua LGS Sumut (Kanan) dan Saksi terlapor

Tambah Sokhiso Ndraha, “Kalau terkait tentang kasus Bapak ini adalah pengancaman Pasal 335, menurut saya kasus ini tidak duduk, karena kalau 335 adalah butir 1 dinyatakan tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat.

Jika kita berpedoman pada MK juga menyatakan Pasal 335 ayat (1) butir 1 KUHP, barang siapa secara melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu, dengan memakai kekerasan, atau dengan memakai alat,”

Baca Juga :  Jelang Pilkada Serentak 2024, Polres Nias Selatan Gelar Rakor Lintas Sektoral “OMP Toba 2024"

Sementara kalau terkait Pasal 335 butir 1 ini adalah perkaranya tidak duduk, makanya kemarin saya coba ajak Jupernya (juru periksa nya) agar jangan dipaksakan naik kasus ini, tapi kalau bolehlah didamaikan mereka,” ungkap Sokhiso Ndraha kepada Wartawan.

Sebagai PH terlapor, “Saya mengharapkan kepada Polres Nias Selatan supaya kasus ini dihentikan,” harap Sokhiso Ndraha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *